Septi Lupita: Bertumbuh dari Kesederhanaan, Membangun Makna di Bali

Nosel.id Jakarta- Septi Lupita lahir dan besar di Jember, Jawa Timur. Masa kecilnya dihabiskan di kota yang tenang itu, dalam lingkungan keluarga yang sederhana namun hangat dan penuh cinta.

Nilai-nilai kehidupan yang ia dapatkan sejak kecil tentang kerja keras, kesederhanaan, dan rasa syukur, menjadi fondasi penting yang membentuk cara pandangnya terhadap hidup hingga hari ini.

Sejak lulus SMA, Septi memutuskan untuk merantau ke Bali. Pulau yang dikenal sebagai pusat pariwisata dunia itu bukan hanya menjadi tempat tinggal baru baginya, tetapi juga ruang untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan.

Di sana, ia menapaki jalannya di dunia properti, sebuah bidang yang menuntut ketekunan, kemampuan membangun relasi, serta kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai karakter manusia.

Bagi Septi, bekerja di bidang properti bukan sekadar soal transaksi atau penjualan. Lebih dari itu, profesi ini membuka kesempatan baginya untuk bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.

Setiap pertemuan menjadi pengalaman baru, setiap percakapan menjadi pembelajaran yang memperkaya perspektif hidupnya.

Di tengah kesibukan bekerja, Septi juga aktif menjaga keseimbangan hidupnya. Ia menekuni fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Selain itu, ia juga cukup aktif tampil di depan kamera, membuat berbagai konten yang menjadi bagian dari personal branding-nya.

Baginya, tampil di depan kamera bukan sekadar soal gaya hidup atau tren digital semata.

Itu adalah cara untuk membangun koneksi dengan lebih banyak orang, memperluas jaringan, sekaligus memperkenalkan dirinya secara lebih autentik, baik sebagai individu maupun sebagai profesional di dunia bisnis.

Namun perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Di balik kesempatan bertemu banyak orang dan berkembang dalam karier, ada juga tekanan yang harus dihadapi.

Ekspektasi yang tinggi, tuntutan untuk selalu tampil maksimal, hingga menjaga energi dan mindset agar tetap positif menjadi bagian dari dinamika yang tidak terpisahkan.

Meski demikian, Septi memiliki cara pandang yang sederhana namun kuat untuk tetap menikmati setiap prosesnya. Baginya, kunci untuk bertahan dan berkembang adalah fokus pada pertumbuhan, bukan pada kesempurnaan.

Ia percaya bahwa hidup bukan tentang terlihat sempurna di mata orang lain, tetapi tentang terus belajar, memperbaiki diri, dan bergerak maju selangkah demi selangkah.

Selain itu, ia juga berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan dirinya sendiri.

Karena menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu menjaga kesehatan, kebahagiaan, dan kedamaian dalam hidup.

Harapan Septi sebenarnya sederhana. Ia ingin terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan tetap rendah hati di setiap fase kehidupan.

Ia juga berharap agar keluarga, karier, kesehatan, dan semua aspek hidupnya selalu berjalan dalam keseimbangan serta dipenuhi keberkahan.

Bagi siapa pun yang membaca kisahnya, Septi ingin menyampaikan satu pesan sederhana namun mendalam: Hidup bukan tentang terlihat sempurna, tetapi tentang jujur pada proses dan berani terus melangkah.

Ia percaya bahwa makna kemewahan yang sesungguhnya tidak selalu berkaitan dengan tempat atau materi.

Luxury is a feeling, not a place.”

Ketika seseorang mampu merasa cukup, damai, dan bersyukur dengan apa yang dimiliki, di situlah bentuk kekayaan yang sebenarnya hadir.

Sebuah kekayaan yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat terasa dalam perjalanan hidup.

 

 

Source image: Septi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *