Nosel.id Jakarta- Di balik semangat dan disiplin yang dimilikinya hari ini, Sendy Nidia Mutiawaty tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang di Kabupaten Bandung Barat.
Sejak kecil, kedua orang tuanya selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, serta sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan keluarga yang hangat dan suportif menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter Sendy sebagai pribadi yang tangguh, pekerja keras, dan pantang menyerah.
Saat ini, Sendy masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Namun, di balik statusnya sebagai pelajar, ia memiliki kesibukan yang tidak biasa bagi remaja seusianya.
Setelah jam sekolah berakhir, waktunya dihabiskan untuk berlatih sebagai atlet bulutangkis. Rutinitas tersebut dijalaninya hampir setiap hari dengan penuh komitmen dan semangat.
Kecintaannya terhadap bulutangkis bermula dari hal yang sederhana. Saat masih kecil, Sendy sering mengikuti sang kakak yang sedang menjalani latihan. Dari kebiasaan melihat pertandingan dan suasana latihan secara langsung, perlahan tumbuh rasa suka terhadap olahraga tersebut.
Ketertarikan itu semakin besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk serius menekuni bulutangkis dan bercita-cita menjadi atlet profesional.
“Awalnya aku sering ikut kakak latihan. Karena sering melihat, lama-lama jadi suka dan ingin mencoba sendiri.
Dari situ muncul keinginan untuk menekuni bulutangkis dengan lebih serius,” ungkapnya.

Perjalanan menjadi atlet tentu bukan sesuatu yang mudah. Sendy memahami bahwa setiap prestasi membutuhkan proses panjang yang tidak bisa ditempuh secara instan.
Ia menjalani latihan rutin dari Senin hingga Sabtu sepulang sekolah. Program latihan yang dijalani pun beragam, mulai dari meningkatkan kemampuan teknik bermain hingga latihan fisik yang bertujuan menjaga stamina dan daya tahan tubuh.
Selain bulutangkis, ia juga rutin berlari untuk menunjang performanya sebagai atlet.
Di tengah padatnya jadwal sekolah dan latihan, Sendy belajar banyak tentang arti kerja keras, konsistensi, dan pengorbanan. Baginya, setiap tetes keringat yang dikeluarkan hari ini adalah investasi untuk mewujudkan impian di masa depan.
Ia menyadari bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar dibutuhkan mental yang kuat serta kemauan untuk terus bangkit saat menghadapi tantangan.
Meski perjalanan yang ditempuh tidak selalu mudah, Sendy memiliki motivasi yang sangat kuat. Ia ingin membanggakan kedua orang tua dan keluarga besarnya yang selama ini selalu memberikan dukungan tanpa henti.
Dalam setiap doa, ia berharap agar kedua orang tuanya senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan rezekinya, dan dilancarkan segala urusannya.
Menariknya, Sendy tidak hanya memiliki satu cita-cita. Selain ingin menjadi atlet nasional dan profesional di bidang bulutangkis, sejak kecil ia juga menyimpan impian besar untuk menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan).
Baginya, kedua profesi tersebut sama-sama membutuhkan kedisiplinan, ketangguhan, serta semangat pengabdian yang tinggi.
Dengan tekad yang kuat, Sendy percaya bahwa setiap mimpi dapat diraih selama diiringi usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Ia terus melangkah, berlatih, dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut berbagai peluang yang akan datang di masa depan.
Di akhir kisahnya, Sendy membagikan pesan sederhana namun penuh makna bagi generasi muda seusianya.

“Teruslah berjuang demi masa depan.
Karena tanpa adanya perjuangan, apa yang kita impikan dan inginkan tidak akan pernah tercapai.”
Pesan tersebut menjadi cerminan perjalanan hidupnya sendiri.
Seorang pelajar yang berani bermimpi besar, berlatih tanpa lelah, dan terus melangkah dengan keyakinan bahwa kerja keras hari ini akan menjadi jembatan menuju kesuksesan di masa depan.
Source image: Sendy Nidia Mutiawaty






