Sarah Diba Ahmad: Menjadi Jembatan Harapan di Tengah Dunia Pelayanan Kesehatan

Nosel.id Jakarta- Di tengah kesibukan dunia pelayanan kesehatan yang penuh tantangan, Sarah Diba Ahmad memilih untuk hadir sebagai sosok yang tidak hanya bekerja, tetapi juga melayani dengan hati.

Perempuan asal Bogor ini tumbuh dalam keluarga sederhana yang selalu mengajarkannya tentang arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab.

Sebagai anak perempuan pertama dalam keluarga, Sarah memiliki peran yang cukup istimewa. Sejak kecil, ia terbiasa menjadi sosok yang diandalkan oleh orang-orang terdekatnya.

Meski berasal dari keluarga sederhana, ia merasa beruntung karena tidak pernah kekurangan cinta dan dukungan dari kedua orang tuanya.

Bahkan, dalam berbagai keputusan penting keluarga, pendapat Sarah selalu menjadi bagian yang dipertimbangkan.

Keluargaku selalu mendukung apa yang aku sukai. Aku juga sering menjadi tempat berdiskusi ketika ada keputusan yang harus diambil bersama,” ungkapnya.

Lingkungan keluarga yang hangat itulah yang kemudian membentuk karakter Sarah menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain. Nilai tersebut terus ia bawa hingga memasuki dunia profesional.

Saat ini, Sarah berkarier sebagai Public Relations (PR) di salah satu rumah sakit.

Dalam pekerjaannya, ia menjadi garda depan yang berhadapan langsung dengan berbagai keluhan, pertanyaan, dan kebutuhan pasien maupun keluarga pasien.

Tugasnya bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membantu mencari solusi terbaik bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Bekerja di sektor kesehatan memberikan pengalaman yang sangat berharga baginya. Setiap hari ia bertemu dengan berbagai karakter dan latar belakang orang yang berbeda.

Tidak sedikit pasien yang datang dengan perasaan cemas, kecewa, atau bahkan marah akibat kondisi yang sedang mereka hadapi.

Dalam situasi seperti itu, Sarah dituntut untuk tetap tenang, profesional, dan mampu memberikan penjelasan yang mudah dipahami.

Salah satu hal yang membuatku bahagia adalah ketika bisa membantu orang lain menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi.

Ada kepuasan tersendiri ketika melihat mereka merasa lebih tenang setelah mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Namun, di balik kepuasan tersebut, tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Sarah mengakui bahwa salah satu duka dalam pekerjaannya adalah ketika berhadapan dengan pasien atau keluarga pasien yang tidak kooperatif dan belum memahami prosedur rumah sakit.

Tidak jarang ia harus menerima luapan emosi, amarah, maupun kekecewaan yang sebenarnya bukan ditujukan secara personal kepadanya.

Meski demikian, Sarah memilih untuk melihat semua itu sebagai bagian dari proses belajar dan bentuk pengabdian kepada sesama. Ia memahami bahwa banyak orang yang datang ke rumah sakit sedang berada dalam kondisi sulit, sehingga membutuhkan kesabaran dan empati yang lebih besar.

Untuk menjaga keseimbangan hidup dan mengelola stres akibat pekerjaan, Sarah memiliki cara tersendiri. Ia gemar berolahraga, melakukan trekking, dan menjelajahi alam.

Baginya, berjalan menyusuri jalur pendakian, menikmati udara pegunungan, dan melihat keindahan alam merupakan terapi terbaik untuk mengembalikan energi dan semangat.

Aku suka trekking dan jalan-jalan ke alam. Saat berada di gunung atau tempat yang tenang, rasanya pikiran jadi lebih segar dan siap menghadapi tantangan baru,” katanya.

Di balik segala aktivitas dan pencapaiannya, Sarah memiliki harapan yang sederhana namun penuh makna. Ia berharap selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, serta rezeki yang berlimpah agar dapat terus memberikan manfaat bagi banyak orang.

Prinsip hidup tersebut lahir dari keyakinannya bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, ia berusaha menjadikan setiap langkah dan pekerjaannya sebagai ladang kebaikan yang dapat membantu orang lain melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka.

Bagi Sarah, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, melainkan tentang bagaimana seseorang tetap bertahan, bangkit, dan terus melangkah ketika menghadapi berbagai ujian.

Melalui perjalanan hidupnya, Sarah juga menitipkan pesan yang menjadi pegangan dalam setiap fase kehidupannya.

Saat hidup memaksamu jatuh ke titik terendah, jangan hanya melihat apa yang hilang.

Lihatlah apa yang masih kamu miliki: kesempatan untuk memulai lagi, keberanian untuk mencoba lagi, dan harapan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.”

Pesan sederhana tersebut menjadi cerminan dirinya sebagai seorang perempuan yang memilih untuk tetap optimis di tengah tantangan.

Terus menebar manfaat melalui profesinya, dan percaya bahwa setiap kesulitan selalu menyimpan peluang untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.

 

 

Source image: Sarah Diba Ahmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *