Nosel.id Jakarta- Tidak semua jalan menuju cita-cita berjalan mulus. Ada yang harus melewati kegagalan, penolakan, bahkan rasa ragu sebelum akhirnya menemukan tempat terbaik dalam hidupnya.
Hal itulah yang dirasakan oleh Salma Hanaa Azizah Kartono, perempuan muda asal Jakarta Timur yang kini berhasil menggapai impiannya sebagai bagian dari TNI Angkatan Udara.
Di balik ketegasan dan kedisiplinannya hari ini, Salma tumbuh dari keluarga sederhana yang penuh kehangatan. Meski lahir dan besar di Jakarta, ia memiliki kenangan masa kecil yang begitu membekas dari kampung halamannya di Bantul.
Baginya, suasana kampung yang sejuk, warga yang ramah, serta kehidupan yang rukun menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dirinya hingga sekarang.
“Orang tua saya selalu membagi perannya secara adil dan penuh cinta kepada ketiga anaknya,” ungkap Salma. Kehangatan keluarga itulah yang menjadi sumber kekuatan terbesar dalam setiap langkah hidupnya.
Perjalanan Salma menuju dunia militer tidak datang secara instan. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat mencoba jalur SBMPTN, namun hasilnya belum sesuai harapan. Alih-alih menyerah, Salma memilih bangkit dan mencoba peluang lain.
Ia mendaftarkan diri ke TNI AU, TNI AL, hingga TNI AD sebagai bentuk kesungguhan mengejar masa depan.

Namun perjuangan itu kembali diuji. Pada Tes Pusat Taruni AAU tahun 2023, Salma harus menerima kenyataan gugur karena kalah peringkat.
Momen itu sempat menjadi pukulan berat, tetapi ia percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.
Dengan doa orang tua yang tidak pernah putus dan usaha yang terus diperjuangkan, jalan baru akhirnya terbuka.
Salma mendapatkan kesempatan melalui jalur TO Bintara TNI AU, sebuah tiket holder yang memberinya peluang langsung mengikuti tes pusat pendidikan.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah ada di titik ini,” katanya penuh syukur.
Bagi Salma, semua pencapaiannya hari ini tidak lepas dari prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh: “Man Jadda Wa Jadda” , siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.
Kini, sebagai bagian dari TNI AU, Salma merasakan banyak hal berharga dalam pekerjaannya.
Bagian paling membahagiakan baginya adalah memiliki pekerjaan tetap, mendapatkan fasilitas dan kesejahteraan, sekaligus pengalaman hidup yang sangat berharga.
Di sisi lain, ada pengorbanan besar yang harus diterima, yaitu jauh dari keluarga tercinta.
Meski demikian, semua itu dijalani dengan penuh keikhlasan demi masa depan dan pengabdian kepada bangsa. Salma percaya bahwa setiap perjuangan pasti memiliki harga yang harus dibayar.
Di balik pencapaiannya, ia menyimpan harapan sederhana namun bermakna besar: ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang, terutama untuk keluarganya sendiri.

Menutup kisahnya, Salma memberikan pesan inspiratif untuk siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpi:
“Berani memulai, berani gagal, dan berani menghadapi keberhasilan.”
Sebuah kalimat sederhana, namun menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang hebat sejak awal, melainkan milik mereka yang tidak berhenti mencoba.
Source image: Salma






