Nosel.id Jakarta- Menjalani karier di dunia perbankan tidak membuat Safhira Zalianty berhenti mengeksplorasi minat dan hobinya.
Di tengah kesibukan bekerja, ia tetap meluangkan waktu untuk berolahraga, terutama olahraga menembak yang telah menjadi salah satu aktivitas favoritnya.
Bagi Safhira, menembak bukan sekadar hobi yang identik dengan prestise atau biaya yang lll tidak sedikit.
Lebih dari itu, olahraga ini mengajarkannya banyak nilai kehidupan, mulai dari ketenangan, fokus, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan penuh perhitungan.
“Banyak orang bilang menembak adalah hobi yang mahal karena tidak semua orang memiliki akses untuk menjalaninya.
Tapi bagi saya, menembak bukan sekadar hobi. Ini adalah ruang eksklusif untuk belajar fokus, melatih disiplin, dan memperluas relasi.”
Melalui olahraga tersebut, Safhira berkesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang yang inspiratif.
Baginya, setiap latihan bukan hanya tentang membidik sasaran, tetapi juga membangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan wawasan luas.

“Dari garis bidik itu, saya dipertemukan dengan banyak sosok hebat.
Hobi ini membuka pintu menuju lingkaran relasi yang berkualitas dan memberikan banyak pelajaran berharga.”
Meski demikian, perjalanan itu tetap memiliki tantangan. Tinggal di Lombok membuatnya harus beradaptasi dengan fasilitas olahraga menembak yang masih terbatas dibandingkan kota-kota besar.
Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah mengurangi semangatnya untuk terus berkembang dan menekuni hobi yang dicintainya.
Ke depan, Safhira berharap kariernya terus berkembang dan memberikan peluang yang lebih besar untuk bertumbuh. Ia juga ingin selalu dikelilingi oleh orang-orang baik yang tulus, hidup bahagia bersama keluarga, serta mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang dijalani.
“Semoga Allah SWT selalu melindungi setiap langkah saya, melancarkan rezeki yang tidak pernah putus, memberikan kebahagiaan bersama keluarga, dan semoga… segera dipertemukan dengan jodoh terbaik,” ujarnya sambil tersenyum.
Di akhir perbincangan, Safhira membagikan pesan sederhana namun mengena bagi siapa saja yang sedang menjalani perjalanan hidupnya.

“Nggak perlu repot-repot bikin semua orang suka sama kita. Kita ini manusia biasa, bukan takjil gratisan di bulan puasa yang diserbu semua orang.
Fokus saja pada orang-orang yang benar-benar peduli, tulus, dan sayang kepada kita.”
Bagi Safhira Zalianty, hidup akan terasa lebih ringan ketika seseorang berhenti mengejar validasi dari semua orang.
Fokus pada tujuan, terus mengembangkan diri, menjaga hubungan dengan orang-orang yang tulus, dan mensyukuri setiap proses adalah kunci untuk menjalani hidup yang lebih bermakna dan bahagia.
Source image: Safhira Zalianty






