Nosel.id Jakarta- Bagi Rima KP, hidup selalu memiliki cara untuk membawa seseorang kembali pada apa yang dicintainya.
Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas usia, waktu, maupun keadaan. Selama seseorang masih memiliki semangat dan keyakinan, kesempatan untuk memulai kembali akan selalu ada.
Rima lahir di Jakarta, namun sebagian besar masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Ponorogo, Jawa Timur. Kota yang dikenal luas dengan kesenian Reyog itu menyimpan begitu banyak kenangan indah dalam hidupnya. Di sanalah ia tumbuh, belajar, dan menemukan potensi dirinya.
Masa sekolah menjadi salah satu periode yang paling berkesan. Saat duduk di bangku SMK, Rima berhasil terpilih sebagai Senduk Ponorogo, sebuah ajang duta wisata yang membuka banyak pintu pengalaman baru baginya.
Prestasinya berlanjut ketika ia meraih posisi Runner Up Raki Jawa Timur, setara dengan ajang Abang None di Jakarta.
Sejak saat itu, berbagai kompetisi non-akademik ia ikuti dengan penuh semangat. Dukungan dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dinas terkait menjadi energi besar yang membantunya berkembang.
Banyak penghargaan berhasil ia raih, tetapi yang paling berharga baginya adalah orang-orang yang selalu percaya dan mendukung setiap langkahnya.
“Aku masih ingat semua orang yang berjasa dalam perjalanan hidupku.
Mereka adalah bagian penting dari setiap pencapaian yang aku raih,” kenangnya.
Namun perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Setelah menyelesaikan pendidikan, bekerja, kemudian menikah, Rima mengikuti penugasan sang suami ke Maluku dan Maluku Utara. Hampir satu dekade ia menghabiskan waktunya di sana.
Di masa itu, dunia yang pernah begitu dekat dengannya perlahan menjauh. Aktivitas modeling yang dulu menjadi bagian dari hidupnya terhenti.
Kesempatan berkarya dan berekspresi menjadi lebih terbatas karena kondisi lingkungan dan fasilitas yang tidak selengkap di kota besar. Lingkaran pertemanan pun tidak seluas sebelumnya.

Meski demikian, Rima menjalani fase tersebut dengan penuh rasa syukur. Hingga akhirnya pada Agustus 2024, ia kembali ke Jakarta.
Kepulangannya ke ibu kota menjadi titik balik yang menghidupkan kembali semangat lama yang sempat tertunda.
Ia menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak mimpi yang belum selesai diperjuangkan.
“Mumpung kembali ke Jakarta yang serba ada, aku ingin mencoba semuanya lagi,” ujarnya.
Keputusan itu menjadi awal dari babak baru dalam hidupnya. Rima mulai belajar modeling kembali, memberanikan diri naik ke panggung runway, serta menekuni dunia content creator dan fashion enthusiast yang memang telah lama menjadi kecintaannya.
Kecintaannya pada kamera bukanlah hal baru. Sejak dulu ia senang berpose, bereksperimen dengan gaya berpakaian, mengunjungi kafe-kafe estetik, hingga mengedit konten secara mandiri. Dunia kreatif selalu menjadi ruang yang membuatnya merasa hidup.
Untuk mengembangkan dirinya, Rima aktif bergabung dengan berbagai komunitas kreator. Dari sana ia bertemu banyak teman baru yang menginspirasinya, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang-peluang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Perlahan, berbagai kesempatan datang menghampiri. Ia mulai dipercaya menjadi model untuk berbagai proyek, mengikuti seleksi online maupun offline, hingga akhirnya dipercaya menjadi Brand Ambassador sebuah produk anti nyamuk.
Sebuah pencapaian yang terasa sangat istimewa setelah sekian lama meninggalkan dunia yang dicintainya.
Di balik kesibukannya saat ini, Rima menikmati setiap proses yang dijalani. Baginya, dunia fashion dan konten kreatif memberikan banyak hal positif.
Ia bisa mengenal berbagai produk fashion, bertemu banyak rekan dan brand, menyalurkan kreativitas dalam membuat konten, serta kembali merasakan sensasi berjalan di atas runway dan berdiri di depan kamera.
Meski demikian, ia juga menyadari bahwa memulai kembali bukanlah hal yang mudah. Setelah vakum cukup lama, ia merasa harus berlari lebih cepat untuk mengejar berbagai peluang yang ada.
Namun satu hal yang selalu ia pegang adalah fokus pada orang-orang yang mendukungnya.
“Aku tidak pernah terlalu memikirkan orang-orang yang tidak mendukung. Aku lebih memilih fokus kepada mereka yang percaya dan mendukungku agar aku tetap menikmati setiap prosesnya,” katanya.
Menurutnya, setiap orang perlu menemukan passion dalam hidup. Ketika rutinitas terasa datar atau melelahkan, passion bisa menjadi sumber energi yang mengembalikan semangat dan kebahagiaan.
Kini Rima masih menapaki langkah-langkah awal dalam industri yang ia cintai. Namun ia memiliki mimpi yang besar.
Ia ingin terus berkarier sebagai content creator di bidang fashion, tampil di panggung-panggung runway besar Indonesia, serta bekerja sama dengan lebih banyak brand fashion muslimah.
Di atas semua itu, kesehatan tetap menjadi prioritas utamanya. Ia ingin memiliki perjalanan karier yang panjang dan berkelanjutan, sembari terus membahagiakan keluarga dan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Bagi Rima, keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa menyebarkan kebaikan dan cinta kepada sesama.
Melalui perjalanan hidupnya, ia ingin menyampaikan pesan sederhana namun sangat bermakna.

“Tidak ada kata terlambat. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Fokuslah pada prosesmu, bukan pada kecepatan orang lain.
Perbanyak doa, karena suatu hari nanti kamu akan tersenyum saat menyadari bahwa tanpa sadar kamu sedang hidup di dalam doa-doamu sendiri.”
Sebuah pesan yang lahir dari pengalaman, kesabaran, dan keberanian untuk memulai kembali. Karena pada akhirnya, mimpi tidak pernah benar-benar hilang.
Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali diperjuangkan.
Source image: Rima KP






