Renyta Kembaren, Percayalah Pada Setiap Proses Kita!

Nosel.id Jakarta- Aroma belimbing yang ranum dan tanah kebun yang subur menjadi latar belakang masa kecil Renyta Kembaren di Pancur Batu, Sumatera Utara.

Di kecamatan penghasil buah terkenal ini, hari-harinya dihabiskan membantu orang tua berkebun.

Aktivitas ini bukan sekadar membantu, tapi bagian dari perjuangan keluarga sederhana untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan yang terpenting: pendidikan anak-anaknya.

Orang tua saya hanya lulusan SD dan SMP,” ujar Renyta dengan penuh hormat, “Tapi tidak membuat mereka putus asa dalam mewujudkan mimpi anak-anaknya meraih gelar Sarjana.”

Meski hidup sederhana, kehangatan keluarga terasa kental dan harmonis.

Figur ayahnya selalu hadir dengan waktunya kala Renyta membutuhkan bantuan, sementara sang ibu mendidik dengan tegas, menanamkan disiplin dan kemandirian sejak dini.

Meskipun saya perempuan yang kelak ingin menjadi wanita karir,” jelasnya, “tak membuat saya tidak tau mengurus pekerjaan rumah sampai memasak setiap pagi untuk keluarga.”

Didikan ibu inilah yang membentuknya menjadi pribadi tangguh dan serba bisa.

Pendidikan menjadi prioritas utama. Berkat dorongan dan disiplin ala ibunya, Renyta menempuh jalur sekolah negeri dari SD hingga SMA.

Puncak perjuangan akademisnya berbuah manis: ia berhasil lulus S1 Biologi di Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat memuaskan dalam waktu singkat, tepat 3 tahun 10 bulan.

Puji Tuhan,” ungkapnya, mensyukuri pencapaian ini.

Gelar sarjana bukanlah titik akhir, melainkan gerbang menuju petualangan baru: merantau ke Jakarta.

Sejak 2024, Renyta mengawali karir profesionalnya di bidang marketing sebagai Medical Account Executive di PT Kalbe Nutritional Blackmores.

Ajaran kemandirian dari orang tuanya menjadi bekal berharga menghadapi kerasnya hidup di ibukota.

Di sela kesibukan karir, jiwa petualangnya tersalurkan melalui hobi traveling dan mencoba hal-hal baru.

Saya ingin mengunjungi semua tempat yang menarik di waktu senggang saya,” tuturnya, menunjukkan semangat eksplorasinya yang tak pernah padam.

Profesi sebagai Medical Account Executive membawa dinamika tersendiri.

Renyta mengakui beberapa hal yang ia sukai: adanya jenjang karir yang jelas, gaji yang sesuai, dan kesempatan untuk “pindah-pindah dinas”.

Sebuah aspek yang serasi dengan jiwa petualangnya yang suka menjelajah tempat baru. Namun, dunia marketing tak lepas dari tekanan.

Dukanya ya terkadang stress dengan target,” akunya jujur, ditambah dengan kenyataan sering lembur yang menuntut ketangguhan ekstra.

Di balik semangatnya yang membara, Renyta juga menyimpan perhatian besar pada kesehatannya.

Ia memiliki riwayat asam lambung akut dan pernah menjalani operasi kelenjar getah bening. Pengalaman ini membuatnya sangat sadar akan pentingnya menjaga tubuh.

Memandang masa depan, harapan Renyta berpusat pada keseimbangan dan kebahagiaan bagi dirinya dan orang terkasih.

Pertama, kesehatan menjadi prioritas mutlak baginya, mengingat riwayat kesehatannya.

Untuk keluarganya, ia memanjatkan doa khusus: kemudahan segala urusan perkuliahan untuk adik satu-satunya dan semangat meraih cita-citanya, serta kesehatan dan kebanggaan untuk ayah ibunya yang telah berjasa besar.

Di ranah sosial, ia memiliki harapan mulia: “Menjadi penebar kebahagiaan dan berkat untuk semua orang di sekeliling saya.”

Ini mencerminkan hati yang tulus dan ingin memberi dampak positif.

Pesan Renyta untuk pembaca, khususnya perempuan, sarat dengan kekuatan dan pengakuan akan perjuangan:

“Perempuan hebat bukan dia yang tak pernah menangis, tapi dia yang tetap bangkit setiap kali terjatuh.”

 

 

 

Source image: renyta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *