Qafka: Menaklukkan Alam, Menaklukkan Diri Sendiri

Nosel.id Jakarta- Perjalanan seseorang menemukan passion sering kali datang dari tempat yang tidak terduga.

Bagi Qafka, kisah itu berawal dari masa kecil yang dekat dengan alam, hingga akhirnya membawanya menapaki dunia trail running, sebuah olahraga yang menuntut kekuatan fisik, mental, dan tekad yang tidak sedikit.

Qafka lahir di Bekasi, namun sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Sumatra Barat, tepatnya di Kabupaten Solok Selatan.

Di sanalah ia tumbuh di tengah alam yang masih sangat asri. Rumah neneknya berada di kawasan perbukitan yang dikelilingi sungai dan hamparan sawah, sebuah lingkungan yang sejak kecil membuatnya akrab dengan alam.

Hari-harinya dipenuhi petualangan kecil yang sederhana namun penuh kebebasan. Berlari di pematang sawah, bermain di sekitar bukit, atau sekadar menjelajahi alam sekitar menjadi bagian dari kesehariannya.

Hal yang paling ia syukuri adalah dukungan keluarganya yang tidak pernah melarang selama apa yang ia lakukan masih dalam batas positif dan tetap dalam pengawasan.

Kebebasan untuk mengeksplorasi itulah yang tanpa disadari membentuk karakter dirinya, berani mencoba, dekat dengan alam, dan tidak takut menghadapi tantangan.

Kini, Qafka menjalani kesehariannya sebagai seorang mahasiswa. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia juga menekuni aktivitas olahraga yang belakangan menjadi bagian penting dalam hidupnya, yaitu trail running atau lari lintas alam.

Menariknya, perjalanan Qafka di dunia trail running sebenarnya baru dimulai pada akhir tahun 2025.

Ketertarikannya muncul ketika ia bergabung dengan organisasi Mapala di kampusnya.

Dalam kegiatan pengembaraan Mapala, ada satu aktivitas yang cukup menantang yaitu pendakian cepat. Dari pengalaman itulah benih ketertarikannya terhadap olahraga lari di alam mulai tumbuh.

Namun perjalanan itu tidak dimulai dengan mudah. Pada awalnya, Qafka bahkan merasa tidak mampu secara fisik. Ia bukan tipe orang yang menyukai lari, bahkan bisa dibilang jauh dari olahraga tersebut. Tubuhnya belum siap, stamina pun terbatas.

Alih-alih menyerah, justru rasa penasaran yang mendorongnya untuk mencoba lagi. Ia mulai berlatih dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Sedikit demi sedikit, sesuatu yang dulu terasa berat perlahan berubah menjadi kebiasaan. Dan tanpa ia sadari, aktivitas yang dulu tidak ia sukai justru berubah menjadi sebuah hobi yang kini ia cintai.

Hari ini, Qafka sedang mempersiapkan diri untuk sebuah langkah baru dalam perjalanannya: mengikuti race trail running pertamanya di ajang Malabar Trail Run pada 19 April 2026. Ini menjadi momen penting baginya, setelah hampir dua tahun menekuni olahraga tersebut.

Perjalanan menuju garis start tentu tidak mudah. Latihan trail running dikenal sangat menantang, karena medan yang dilalui bukan sekadar jalan biasa, melainkan jalur gunung yang terjal, berbatu, dan penuh tanjakan. Latihan seperti ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji mental.

Untuk mempersiapkan diri, Qafka menjalani program latihan yang cukup disiplin. Ia berlatih dua kali sehari pagi sebelum kuliah dan sore setelah kuliah.

Sebagian program ia jalani bersama coach, sementara sebagian lainnya ia lakukan secara mandiri. Rutinitas ini menuntut komitmen tinggi, namun bagi Qafka, semua itu adalah bagian dari proses menuju tujuan yang lebih besar.

Di balik semua perjuangannya, Qafka memiliki harapan sederhana: ia ingin keluarganya terus memberikan dukungan terhadap jalan yang ia pilih. Baginya, dukungan keluarga adalah energi yang sangat berarti dalam setiap langkah perjuangannya.

Lebih dari sekadar hobi, trail running telah memberinya pelajaran penting tentang kehidupan. Ia belajar bahwa terkadang kita harus berani menghadapi sesuatu yang dulu kita benci, karena di sanalah sering kali potensi terbesar kita tersembunyi.

Qafka pun bermimpi suatu hari dapat membanggakan keluarganya, mungkin bahkan berdiri di podium dalam kompetisi trail running. Siapa tahu, dari langkah-langkah kecil yang ia jalani hari ini, masa depan kariernya justru terbuka di bidang olahraga ini.

Sebagai pesan bagi siapa pun yang sedang memulai perjalanan hidup sehat atau mencoba sesuatu yang baru, Qafka mengingatkan bahwa setiap proses besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Mulailah dari hal-hal ringan, dan tetap konsisten.”

Ia juga membagikan dua prinsip sederhana yang menjadi pegangan dalam perjalanannya:

Memulai hal yang awalnya kita tidak suka memang sangat berat, tetapi di situlah letak perjuangannya.”

Dan satu lagi yang selalu ia ingat:

Konsisten itu memang membosankan, tetapi jika tidak seperti itu, kita akan terus dihantui rasa penyesalan.”

Sebuah pengingat bahwa kemenangan terbesar bukan hanya tentang menaklukkan gunung atau garis finish melainkan tentang menaklukkan diri sendiri.

 

 

Source image: qafka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *