Prof Sugeng: “ Transmigrasi Lampung Dimulai Dari Bagelen Ke Lampung & Lampung Ke Banten.

Nosel Lampung- Ini adalah salah satu pendapat dari narasumber dalam rangka Hari Bhakti Transmigrasi  di Provinsi Lampung yang diadakan oleh  UPTD Museum Ketransmigrasian dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

UPTD Museum Ketransmigrasian Lampung melaksanakan salah satu kegiatan diantaranya seminar sejarah perjalanan transmigrasi di Lampung. (15/12/22).

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan perwakilan dosen dari berbagai perguruan tinggi seluruh Lampung, perwakilan DPD dan DPC Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Lampung dan Umum.

Juga hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Dr. Wahyu Iryana, S.Hum., M.Ag, Ketua DPC PATRI Kabupaten Pesawaran, Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I. juga Dosen Komunikasi UIN Raden Intan Lampung.

Sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Drs. Sulpakar, MM yang diwakili oleh Heni Astuti sekaligus membuka acara dengan pemukulan gong secara simbolis didampingi oleh Ketua UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung, Hana Kurniati, SE. dan seluruh peserta seminar.

Narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua PATRI Periode 2015-2020 Prof. Dr. Ir. Sugeng Haryanto, MM, Aan Budianto, MA Dosen Sejarah UIN Raden Intan Lampung, dan Dr. Purwanto Putra, M.Hum. Dosen Universitas Lampung.

Ada yang menarik dalam sambutan oleh narasumber, Prof. Sugeng P Harianto  yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Unila 2007-2015, dan Ketua PATRI atau Perhimpunan Anak Transmigrasi tahun 2015-2020 ini.

Prof Sugeng yang juga ayahanda dan leluhurnya berasal dari Bumi Bagelen, tepatnya dari Desa Kaliboto, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.Beliau secara detail menceritakan hikayat keluarga besarnya bagaimana hijrah ke Lampung dan ikut program kolonialisasi untuk pertama kali.

Iamenceritakan sejak dari kakek buyutnya di Purworejo bernama Karto Semitro, sang kakek Ahmad Musso, dan juga Bapak beliau, yang seorang guru SD, yakni Bapak Kumpul Harianto menceritakan secara lisan dan turun temurun bagaimana kronologis migrasi ke Lampung.

Lantas Prof Sugeng menyambung dengan mengatakan bahwa transmigrasi di Lampung dalam periode pertama di tahun 1905 sampai tahun 1917an dengan perpindahan 155 KK dari Bagelen Jawa tengah ke Lampung, kemudian terus bertahap tahun-tahun berikutnya, yakni di atas tahun 1917 tersebut.

Kemudian beliau menyambung bahwa transmigrasi tidak hanya terjadi dari daerah Jawa, yakni Bagelen tadi ke Lampung, tetapi juga ada dari Lampung ke daerah Banten, tepatnya di Desa Cikoneng.

Kegiatan ini sangat meriah dan memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Idealnya pihak UPTD Museum, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung segera membuat langkah-langkah strategis dan taktis agar minat atau kunjungan museum  semakin tinggi,  seperti membuat dan merawat komunitas, ikuti perkembangan teknologi, adakan event serta berkolaborasi dengan konten kreatif dan semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *