Nosel.id Jakarta- Pinkan Ledy Avizza tumbuh di Lampung, kota penuh kenangan yang melekat kuat dalam perjalanan hidupnya.
Lahir dan besar di sana dengan darah Jawa–Sunda, Lampung baginya bukan sekadar tempat tinggal.
Ia adalah rumah dari suka duka, tempat pertama ia belajar arti bertahan, dan ruang yang tak pernah berhenti memberikan alasan untuk kembali.
“Yang bikin jatuh cinta terus sama Lampung ya cuma karena masih ada Mama Papa,” ujarnya dengan senyum yang tak bisa disembunyikan.
Kini Pinkan tengah merantau ke Bandung. Ia kuliah di bidang kesehatan dan Desember nanti akan resmi diwisuda.
Sembari menunggu hari penting itu, ia menghabiskan waktu dengan membantu usaha sang ibu.
Bagi Pinkan, rutinitas ini bukan beban, tapi cara sederhana menikmati hari-hari sambil mengisi waktu dengan hal yang ia sukai.
Perjalanannya di dunia kesehatan juga membuka mata.
Ia pernah magang di sebuah rumah sakit di Bandung, pengalaman yang membuatnya banyak belajar sekaligus menyadari bahwa dunia kerja bisa terasa “seseram itu”.
Namun dari pengalaman itu, Pinkan menemukan rumus kecil untuk bertahan: tidur cukup, rutin berolahraga, dan makan sehat.

“Nikmati diri sendiri,” katanya sambil tertawa, sebuah pengingat ringan yang justru paling sulit dilakukan.
Di balik keceriaan dan kesibukannya, Pinkan menyimpan harapan besar.
Ia berdoa agar Tuhan selalu melindungi setiap langkah yang ia ambil. Untuk mama dan papa, ia memohon kesehatan yang tidak pernah putus.
Untuk dirinya sendiri, ia berharap kemudahan dalam karier, pintu kesuksesan yang terbuka luas, dan rezeki yang cukup besar hingga suatu hari ia bisa mewujudkan mimpinya menjelajahi dunia.
Ada satu pesan yang selalu ia pegang teguh: setiap manusia terbentuk dari alasan, proses, dan masalah hidup yang berbeda-beda.

Semua itu membentuk karakter yang kita lihat hari ini. Karena itu Pinkan percaya, tidak ada alasan bagi kita untuk menghakimi hidup orang lain.
“Mari hidup dengan kesibukan masing-masing,” ucapnya lirih namun penuh makna.
Perjalanan Pinkan adalah cerita tentang keberanian merantau, keteguhan seorang anak perempuan, dan kesadaran untuk mencintai diri sendiri di tengah kesibukan hidup.
Dan dari sana, ia menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini perlahan akan membawa kita menuju versi terbaik diri kita esok hari.
Source image: Pinkan








