Pinar Lieblaence:  Kisah Perempuan Belitung yang Menempa Diri dari Seni, Luka, dan Keteguhan

Nosel.id Jakarta- Di sebuah pulau kecil yang sering dipandang sebelah mata: Belitung, mutiara dari Bangka Belitung, lahir seorang perempuan yang membuktikan bahwa tempat kecil tidak pernah membatasi mimpi besar.

Belitung bukan hanya rumah, tetapi sumber keheningan, keindahan, dan energi kreatif bagi Pinar Lieblaence.

Pulau yang melahirkan banyak seniman hebat itu juga melahirkan dirinya: seorang perempuan muda yang tumbuh dengan bakat seni yang menonjol dan keberanian untuk berbeda.

Sejak kecil, Pinar sudah jatuh cinta pada seni lukis. Namun kecintaan itu tidak berjalan mulus.

Di sekolah, ia sering merasa tidak utuh bukan karena tidak mampu, tetapi karena sistem pendidikan yang terlalu berfokus pada akademis.

Sementara ia unggul di tempat lain: kreativitas, keterampilan non-akademis, inovasi, dan lebih dari sepuluh bidang lainnya.

Sikap berbeda itu justru membuatnya menjadi sasaran bully.

Namun dari situ, Pinar belajar satu hal penting: setiap anak memiliki kecerdasannya sendiri, dan tidak ada satu pun dari kita yang diciptakan tanpa kelebihan.

Ia tidak mengikuti arus. Ia memilih menjadi dirinya sendiri.

Dan pilihan itu berbuah keberhasilan: Pnar berhasil sukses di usia muda, 19 tahun—dengan kemampuan yang dulu diremehkan banyak orang.

Ia menembus dunia yang tidak banyak dikuasai orang lain, dan di sanalah ia membuktikan bahwa keberanian tampil beda tidak pernah sia-sia.

Di balik kesuksesan itu, Pinar menyimpan kisah jatuh bangun yang tidak sedikit.
Ia pernah: mengalami kerugian puluhan juta, menjadi tulang punggung keluarga sejak muda, bekerja tanpa dibayar.

Ada juga seperti bangun jam 2 pagi setiap hari saat masih sekolah demi mengejar target makeup wedding & wisuda, bahkan hampir tidak naik kelas karena terlalu sibuk bekerja.

Hidup yang keras itu tidak mematahkan langkahnya, justru membentuknya.

Kini Pinar sudah bisa memanajemen pekerjaannya dengan lebih tenang, memiliki asisten dan karyawan, serta membuat sistem kerja yang berjalan otomatis.

Ia fokus pada project MUA dan terus mengembangkan diri dengan kuliah sekaligus kursus bahasa Prancis.

Sebuah bukti bahwa perempuan muda ini tidak pernah berhenti belajar, tidak pernah berhenti maju.

Pinar punya satu harapan besar untuk dirinya dan untuk siapa pun yang mendengar kisahnya:

Bahwa kelak ia bisa mendeklarasikan perjuangannya sebagai contoh bahwa tidak ada yang mustahil, kecuali kita memilih untuk menyerah.”

Ia ingin memperlihatkan bahwa orang yang dulu dianggap berbeda, tidak cukup pintar, atau “tidak sesuai standar”, justru bisa melampaui batas yang orang lain tentukan.

Dari perjalanannya, Pinar merangkum satu pesan yang menggema kuat:

 “To make your dreams come true, sometimes you need a fire that burns all your passion, so that the humiliation that burns you becomes a path for you to achieve your dreams.”

Pinar Lieblaence adalah bukti bahwa dari pulau kecil pun bisa lahir mimpi besar.

Bahwa dari luka bisa lahir keberanian.
Dan bahwa dari keraguan orang lain, seseorang bisa menciptakan panggungnya sendiri.

 

 

Source image: pinar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *