Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Banjarnegara, sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang dikenal dengan suasananya yang tenang dan hangat, Panggih Laras tumbuh di tengah keluarga sederhana yang penuh dukungan.
Masa kecilnya diisi dengan hal-hal sederhana yang kini justru menjadi kenangan paling berharga: bermain permainan tradisional bersama teman-teman sebaya dan menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Kecintaannya pada membaca sudah tumbuh sejak kecil, berkat orang tua yang selalu mendukung setiap hobinya. Dari buku-buku itulah Panggih kecil belajar banyak hal tentang kehidupan, mimpi, dan cara melihat dunia dengan lebih luas.
Kebiasaan sederhana itu tanpa disadari membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin, tekun, dan selalu ingin berkembang.
Kini, Panggih menjalani karier sebagai ASN di Kementerian Pekerjaan Umum dengan latar belakang pendidikan civil engineering. Bekerja di lingkungan yang dinamis sambil menjalani rutinitas yang padat tentu bukan hal mudah.
Namun di tengah kesibukan itu, ia menemukan satu hal yang perlahan mengubah hidupnya: olahraga lari.
Semua bermula pada tahun 2022, ketika ia ingin menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup yang lebih sehat.
Awalnya hanya sekadar mencoba, tetapi semuanya berubah setelah ia mengikuti event lari pertamanya, Pocari 10K 2023.

Atmosfer perlombaan, semangat para pelari, dan rasa puas setelah berhasil mencapai garis finish membuatnya jatuh cinta pada olahraga ini.
Sejak saat itu, lari bukan lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan perjalanan untuk mengenal dirinya sendiri.
Menurut Panggih, lari adalah olahraga yang membutuhkan komitmen tinggi. Tidak cukup hanya punya semangat sesaat, tetapi juga konsistensi, kesabaran, dan kemampuan menjaga keseimbangan hidup.
Sebagai pekerja kantoran, tantangan terbesar bukan hanya soal latihan, melainkan bagaimana membagi waktu antara pekerjaan utama, waktu istirahat, nutrisi, kehidupan sosial, dan target latihan yang terus meningkat.
Pagi hari sebelum bekerja atau sore setelah pulang kantor menjadi waktu yang ia gunakan untuk berlatih.
Sementara akhir pekan hampir selalu diisi dengan long run untuk membangun endurance. Meski begitu, semua tetap dijalani dengan fleksibel dan menyesuaikan tanggung jawab pekerjaan.
Di balik rasa lelah itu, Panggih justru menemukan versi terbaik dirinya. Ia merasa ketika tubuh menjadi lebih kuat, mentalnya ikut bertumbuh. Dari lari, ia belajar tentang disiplin, kesabaran, dan keberanian untuk terus melangkah meski jalan terasa panjang.
Perjalanan larinya pun berkembang semakin jauh. Salah satu momen paling berkesan adalah saat berhasil menyelesaikan Maybank Marathon 2024, marathon pertamanya yang menjadi titik penting dalam perjalanan sebagai pelari.
Tak berhenti di sana, ia kembali menantang dirinya dengan mengikuti Siksorogo Lawu Ultra 2024, event ultra pertamanya yang penuh tantangan fisik dan mental.
Namun salah satu pencapaian yang paling membekas adalah ketika berhasil meraih podium 3 female pada Bandung Ultra kategori 70K.
Baginya, hasil tersebut bukan sekadar soal kemenangan, tetapi gambaran dari proses panjang tentang persiapan yang matang dan usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh.
Di tengah kondisi hidup yang menurutnya semakin penuh tantangan dan ketidakpastian, Panggih memilih untuk tetap melakukan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan. Baik untuk keluarga, pekerjaan, kesehatan, maupun hubungan sosial, ia percaya bahwa usaha yang tulus tidak akan pernah sia-sia.
Ia tidak ingin hidup dengan penyesalan hanya karena tidak mencoba. Sebab baginya, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Yang terpenting adalah keberanian untuk terus berusaha dan percaya bahwa setiap proses sudah diatur dengan cara terbaik oleh Tuhan.
Harapan Panggih sebenarnya sederhana: memiliki kesehatan, hati yang tenang, keluarga yang harmonis, karier yang terus berkembang, serta kemampuan untuk membantu orang-orang terdekat.
Ia ingin menjalani hidup dengan sebaik mungkin, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, dan tetap bersyukur dalam keadaan apa pun.

Perjalanan Panggih Laras menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu lahir dari hal besar.
Kadang, kekuatan tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dan dari setiap kilometer yang ia tempuh, ada versi dirinya yang terus berkembang menjadi lebih kuat, lebih tenang, dan lebih percaya diri menghadapi kehidupan.
Source image: Panggih Laras






