Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Pamekasan, Madura, Nova Arista tumbuh di lingkungan yang kental dengan nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Suasana hangat kampung halamannya membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat, sederhana, dan penuh kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
Dari kota yang dikenal dengan karakter masyarakatnya yang solid itulah, Nova belajar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang arti perjuangan dan pengabdian.
Namun siapa sangka, perempuan yang kini menjalani kehidupan militer itu dulu sama sekali tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang tentara. Setelah lulus SMA, Nova memilih bekerja sebagai teller bank.
Dunia perbankan menjadi langkah awalnya memasuki kehidupan profesional. Meski pekerjaannya berjalan baik, ada sesuatu dalam dirinya yang terasa belum sepenuhnya terpenuhi.
Hingga suatu hari, ia melihat sosok tentara wanita di media sosial. Dari hal sederhana itulah muncul rasa kagum sekaligus ketertarikan yang perlahan tumbuh menjadi impian besar.
Nova mulai membayangkan dirinya mengenakan seragam, berdiri tegak, dan mengabdi untuk negara.
Keputusan besar pun diambil. Ia memilih resign dari pekerjaannya dan mencoba mendaftar militer pada tahun 2019. Namun perjalanan menuju cita-citanya tidak berjalan mulus. Pada percobaan pertama, Nova harus menerima kenyataan pahit karena belum berhasil lolos.
Meski kecewa, Nova tidak ingin menyerah begitu saja. Ia juga tidak ingin menjadi beban bagi keluarga selama menunggu kesempatan berikutnya.
Dengan semangat mandiri, ia memilih tetap bekerja dan mengisi waktunya di PNM Mekaar sambil terus mempersiapkan diri untuk tes tahun berikutnya.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada kesempatan selanjutnya, Nova berhasil lolos dan resmi menjadi bagian dari militer. Sebuah pencapaian yang bukan hanya membanggakan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang yang selalu mendukung langkahnya.
Bagi Nova, menjadi seorang prajurit bukan sekadar profesi. Ada rasa bangga dan tujuan hidup yang lebih besar ketika dirinya bisa mengabdi kepada negara. Dunia militer membentuknya menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin, tangguh, mandiri, dan kuat menghadapi tekanan.
“Latihan militer benar-benar membentuk karakter. Dari situ saya belajar bagaimana bertahan, mengendalikan diri, dan menjadi lebih kuat,” ungkapnya.
Di balik kebanggaan itu, ada satu hal yang paling berat ia jalani: rasa rindu kepada keluarga. Jarak dan tugas membuatnya tidak selalu bisa bersama orang-orang tercinta.
Namun bagi Nova, itulah bagian dari pengorbanan yang harus diterima demi menjalankan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Meski begitu, ia tetap menyimpan harapan sederhana namun penuh makna menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama, terutama untuk keluarga yang selalu menjadi alasan terbesarnya untuk terus bertahan dan berkembang.
Nova juga percaya bahwa setiap orang pasti akan menghadapi keraguan dan masa-masa sulit dalam hidup. Tetapi menurutnya, justru proses itulah yang membentuk seseorang menjadi lebih baik.
“Akan ada orang yang meragukanmu. Akan ada hari di mana kamu lelah, ingin menyerah, atau merasa tidak cukup.
Tapi justru di situlah kamu ditempa. Setiap tetes keringat dan setiap rasa sakit adalah proses membangun versi terbaik dari dirimu.”
Perjalanan Nova Arista menjadi bukti bahwa mimpi bisa datang dari arah yang tidak pernah diduga.
Dari seorang teller bank di kota kecil Madura, ia kini berdiri sebagai perempuan tangguh yang memilih jalan pengabdian demi bangsa.
Sebuah perjalanan yang lahir dari keberanian untuk mencoba, kegagalan yang dijadikan pelajaran, dan tekad yang tidak pernah padam.
Source image: nova








