Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Bekasi, Nimas Ayu tumbuh di dalam keluarga kecil yang hangat, tempat pertama ia belajar keberanian dan kepercayaan diri.
Siang hari ia adalah seorang banker yang menyapa nasabah dari balik telepon, tetapi jiwanya sejak kecil selalu pulang ke satu hal: musik.
Sejak kelas 5 SD, Nimas sudah memberanikan diri ikut lomba menyanyi solo.
Tangan dingin, suara gemetar, deg-degan bukan main namun justru dari momen itu ia menemukan sesuatu: “Aku bisa tampil.” Dari situlah pintu kecil keberanian terbuka.
Tahun 2017, Nimas bergabung sebagai alto di paduan suara mahasiswa. Ia melangkah lebih jauh, mengikuti kompetisi nasional hingga internasional.
Tidak berhenti di panggung musik, ia juga mewakili kantornya dalam lomba presentasi tingkat nasional, menjadi MC di berbagai acara, dan berdiri di panggung mana pun yang memanggil keberaniannya.

Dalam setiap tantangan, ia menemukan versi dirinya yang baru.
Bagi Nimas, dunia kerja dengan target yang naik turun bukanlah soal kalah atau menang, melainkan latihan.
Ada satu hal yang ia takutkan, tapi bukan kegagalan melainkan berhenti menantang diri sendiri.
Dari anak kecil yang takut memegang mikrofon, kini ia justru candu pada adrenalin panggung.
Harapannya sederhana namun bermakna: keluarga yang selalu sehat, karier yang terus melaju, membanggakan orang-orang tersayang.
Menjadi inspirasi bagi sesama, dan yang paling penting selalu ada panggung baru yang membuat dadanya kembali berdebar.
“Deg-degan itu bukti aku masih hidup beneran,” ujarnya.
Dan pesan dari Nimas untuk siapa pun yang sedang belajar berani:

“Rasa takut itu cuma penjaga pintu. Kalau kamu berani nyoba hal baru walau gemetar, walau suara fals, walau keringet dingin, kamu bakal nemuin versi diri yang lebih besar di balik pintu itu.
Jangan biarkan takut menang. Satu langkah kecil hari ini bisa jadi cerita besar besok.”
Berani mencoba berarti berani hidup.
Nimas Ayu perempuan yang percaya bahwa keberanian kecil bisa membawa seseorang ke panggung yang tak pernah ia bayangkan.
Source image: Nimas Ayu








