Nosel.id Jakarta- Natascha Oking tumbuh di Krefeld, sebuah kota kecil di Jerman, dalam keluarga dengan latar belakang keyakinan yang berbeda.
Uniknya, sejak kecil ia terbiasa merayakan dua momen besar dalam keluarganya, Lebaran dan Natal.
Dari keduanya, Natal menjadi salah satu momen yang paling ia nantikan. Suasana musim dingin, makanan khas Natal di Jerman, tradisi bertukar kado, hingga berkumpul bersama keluarga dan sahabat setahun sekali menjadi kenangan yang selalu dirindukan.
Sementara suasana Lebaran, menurut Natascha, justru terasa lebih kuat ketika berada di Indonesia.
Selama bertahun-tahun, Natascha memilih fokus sebagai ibu rumah tangga, mendampingi suami dan membesarkan anak-anak.
Ia sempat mengikuti teacher training yoga dan memperoleh sertifikat pada 2017. Namun, karena saat itu anak-anak masih membutuhkan banyak perhatian, ia belum sempat mengajar.

Kini, ketika anak-anak sudah beranjak dewasa dan si bungsu telah memasuki bangku kuliah, Natascha mulai bersiap membuka babak baru. Ia ingin kembali aktif dengan berbagi ilmu yoga kepada orang-orang di sekitarnya.
Selain yoga, olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup keluarganya. Natascha pernah mengikuti berbagai aktivitas olahraga, mulai dari event lari, touring sepeda, triathlon, hingga 70.3 Ironman. Tahun lalu ia bahkan mengikuti marathon di Berlin.
Memasuki usia 50 tahun, ia mulai memilih untuk lebih menikmati olahraga dengan ritme yang lebih santai. Yoga, pilates, renang, hingga sesekali menemani suami berlari menjadi aktivitas yang tetap ia jalani.
Di rumah, olahraga bahkan sudah menjadi lifestyle keluarga. Sang suami rutin berlari dan melanjutkannya dengan gym di rumah yang mereka miliki.
Menurut Natascha, dunia olahraga memberinya banyak hal positif. Ia bisa bertemu banyak teman, menjaga kebugaran, sekaligus belajar tentang arti komitmen dan konsistensi.
Namun, perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Cedera menjadi salah satu tantangan yang beberapa kali harus dihadapinya, terutama ketika menjalani persiapan event.
Kurangnya recovery dan asupan yang kurang optimal terkadang membuat tubuh harus beristirahat dan menjalani terapi sebelum kembali beraktivitas.
Kini, harapan Natascha pun semakin sederhana dan bermakna. Ia ingin menua dengan sehat bersama suami, sambil menyaksikan anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Baginya, kebahagiaan terbesar adalah ketika suatu hari anak-anak mampu menjalani kehidupannya sendiri tanpa harus merasa terbebani untuk mengurus orang tua.
Ada satu pesan yang ingin Natascha titipkan kepada para orang tua:

“Di saat waktunya tiba, kita akan merindukan masa-masa di mana anak-anak membutuhkan kita.
Jadi nikmati proses bertumbuhnya mereka, karena waktu akan lewat begitu cepat tanpa kita sadari.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan memiliki waktunya sendiri. Anak-anak akan tumbuh, rumah akan menjadi lebih sepi, dan kesibukan orang tua pun perlahan berubah.
Karena itu, sebelum waktu berlalu, nikmati setiap momen, hadir sepenuhnya, dan syukuri perjalanan bersama keluarga.
Source image: Natascha Oking






