Naomi Kirei, Jadilah Jujur Meskipun Dibenci Jadi Berbeda Meskipun Terhina!

Nosel.id Jakarta- Naomi Kirei lahir dan dibesarkan di Desa Sukadamai, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Masa kecilnya dihabiskan di desa yang cukup dekat dengan kota, namun tetap menawarkan ketenangan khas pedesaan.

Naomi tumbuh dalam keluarga yang mengalami perpisahan, dan dari pengalaman itu, ia belajar bahwa setiap keluarga memiliki alasan sendiri untuk tetap utuh atau memilih jalan yang berbeda.

Kehidupan ini mengajarkannya untuk menerima segala sesuatu dengan lapang dada dan memahami bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam berbagai bentuk.

Lulus kuliah pada tahun 2017 dari sebuah kampus swasta di Sumatera Utara dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Naomi melangkah ke dunia kerja sebagai pengajar di sebuah sekolah menengah atas selama satu tahun.

Tahun 2018, ia menikah dan memutuskan untuk menjadi istri serta ibu penuh waktu. Keputusan ini awalnya terasa berat, terlebih karena harus mengikuti suami dan tinggal di tempat yang bukan zona nyaman atau passion-nya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Naomi mulai menemukan kenyamanan dan kebahagiaan dalam lingkungan yang suportif serta penuh kehangatan.

Ia pun semakin mantap untuk mengabdi kepada keluarga tercinta tanpa memedulikan pendapat orang lain yang merasa sayang dengan pendidikannya.

Sejak kuliah, Naomi memang memiliki kegemaran menulis.

Ia pernah menerbitkan sebuah buku dan beberapa tulisannya dimuat di media seperti Analisa Medan serta beberapa media lainnya.

Menulis baginya adalah bentuk terapi diri, terutama ketika merasa suntuk dengan rutinitas mengurus anak-anak.

Terkadang, ia hanya menulis kutipan sederhana untuk membangkitkan semangat kembali.

Menulis memberinya kebebasan untuk mengekspresikan diri dan menuangkan berbagai pemikiran dalam bentuk kata-kata.

Naomi senang ketika tulisan-tulisannya dibaca oleh banyak orang, meskipun ada yang merasa tersindir atau tidak setuju dengan opininya. Baginya, menulis adalah bentuk ekspresi dan refleksi diri.

Meskipun ada tantangan dalam menjaga konsistensi karena kesibukan mengurus keluarga, ia tetap berusaha untuk terus berkarya.

Naomi bercita-cita untuk mengembangkan kemampuan menulisnya lebih jauh, karena ia percaya bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk mengabadikan pikiran dan perasaan seseorang bahkan setelah mereka tiada.

Dengan menulis, ia merasa dapat hidup selamanya melalui karya-karya yang ditinggalkan.

Harapan terbesar dalam hidupnya adalah melihat keluarga kecilnya tumbuh dengan baik dan penuh kebahagiaan.

Naomi percaya bahwa mengejar karier itu penting, tetapi tidak harus dengan ambisi berlebihan.

Yang terpenting baginya adalah tetap konsisten dan menjadi diri sendiri.

Ia selalu mengingatkan dirinya untuk menjalani hidup dengan kejujuran, meskipun kadang tidak semua orang bisa menerima kebenaran.

Ia ingin terus berbuat baik, baik kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri.

Salah satu kutipan favoritnya adalah: “Kita tuh cuma manusia yang akan mendekam selamanya di sudut rumah yang disebut makam.

Jadi tetaplah berbuat baik kepada siapapun, termasuk diri sendiri. Jadi jujur meskipun dibenci, jadi berbeda meskipun terhina.

Always be happy and be yourself.”

Untuk melihat lebih banyak tulisan dan perjalanan hidupnya, kalian bisa mengunjungi akun Instagram-nya di @naomikirei20.

 

Source image: naomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *