Nadia Iasha: Melanjutkan Mimpi Sang Mama, Menjalani Hidup dengan Hati yang Penuh Syukur

Nosel.id Jakarta- Di balik senyum hangat dan penampilannya yang percaya diri di depan kamera, Nadia Iasha yang akrab disapa Sasha menyimpan perjalanan hidup yang mengajarkannya arti ketangguhan, cinta keluarga, dan rasa syukur.

Sasha lahir di Melbourne, Australia, saat kedua orang tuanya sedang menempuh pendidikan S2. Tak lama kemudian, keluarganya kembali ke Jakarta, tempat ia tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya.

Kehidupannya dipenuhi kasih sayang keluarga, hingga sebuah kenyataan pahit datang ketika usianya baru menginjak tujuh tahun. Sang mama berpulang setelah berjuang melawan kanker.

Kehilangan sosok ibu di usia yang sangat muda tentu bukan hal mudah. Namun, Sasha bersyukur karena tidak pernah merasa berjalan sendirian.

Kehadiran sang Papa, adik, serta eyang yang selalu memberikan cinta tanpa syarat menjadi sumber kekuatan yang membentuk dirinya hingga hari ini.

Aku belajar bahwa seberat apa pun hidup, selalu ada alasan untuk tetap kuat.

Dari keluargaku, aku belajar tentang resilience dan kasih sayang yang tidak pernah habis,” tuturnya.

Dunia modeling sendiri bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Sejak kecil, Sasha memang sudah sangat menyukai kamera.

Bahkan, sang mama sering bercanda menyebutnya “anak narsis” karena begitu senang difoto. Saat berusia lima tahun, ia mengikuti ajang model cilik dan berhasil meraih Juara 1.

Sang Mamapun memiliki banyak mimpi untuk melihat putrinya berkembang di dunia modeling.

Namun setelah kepergian sang mama, perjalanan itu sempat terhenti. Fokus hidup berubah, dan dunia modeling perlahan ditinggalkan.

Hingga akhirnya, saat duduk di bangku SMP, Sasha mulai memberanikan diri kembali mengikuti berbagai ajang modeling sambil tetap menjalani sekolah.

Semangat itu terus berlanjut hingga masa kuliah, ketika ia mengikuti kompetisi sebuah majalah dan berhasil meraih gelar 2nd Runner Up.

Kini modeling menjadi pekerjaan sampingan sekaligus hobi yang sangat ia nikmati. Bagi Sasha, setiap sesi pemotretan bukan hanya tentang tampil di depan kamera, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk melanjutkan mimpi sang mama yang belum sempat terwujud.

Rasanya seperti aku sedang meneruskan mimpi Mama. Itu yang membuat modeling selalu punya makna spesial buatku,” ujarnya.

Meski terlihat glamor, dunia modeling tetap memiliki tantangan tersendiri. Baginya, tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pekerjaan utama dan aktivitas modeling. Namun karena ia benar-benar mencintai dunia tersebut, semua terasa lebih ringan.

Aku memang suka foto-foto, jadi rasanya kerja sambil main,” katanya sambil tertawa.

Dalam menjalani hidup, Sasha selalu memegang prinsip sederhana: bersyukur, menjaga pikiran tetap positif, dan menikmati setiap proses kehidupan. Menurutnya, kebahagiaan bukan hanya soal berhasil mencapai tujuan, tetapi juga bagaimana seseorang menikmati perjalanan menuju ke sana.

Saat ini, doa terbesarnya adalah agar keluarga kecilnya selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, kelancaran dalam karier, ekonomi, maupun kehidupan sosial.

Ia juga sedang berkomitmen menjalani pola hidup yang lebih sehat agar bisa terus menikmati hidup dengan kualitas terbaik.

Untuk para pembaca di seluruh Indonesia, Sasha ingin meninggalkan pesan sederhana namun bermakna.

Never stop being grateful and keep believing that every step has meaning.

Hidup memang penuh tantangan, tapi dengan hati yang kuat dan pikiran positif, kita pasti bisa melewatinya.”

Sebuah kutipan favoritnya seolah merangkum seluruh perjalanan hidupnya:

Life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning to dance in the rain.

Sebab bagi Sasha, hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, melainkan belajar menemukan kebahagiaan, harapan, dan rasa syukur di tengah setiap perjalanan.

 

 

Source image: Nadia Iasha