Nosel.id Jakarta- Berasal dari Tangerang, ia tumbuh dengan masa kecil yang sederhana namun penuh warna. Hari-harinya dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman di lingkungan sekitar rumah.
Saat itu, dunia terasa begitu luas dan bebas belum ada distraksi telepon genggam, belum ada kesibukan yang memaksa waktu berjalan cepat.
Yang ada hanya tawa, permainan, dan kebersamaan hingga sering kali lupa waktu. Kenangan itu menjadi fondasi yang membentuk dirinya hari ini: pribadi yang mudah bersosialisasi, hangat, dan menikmati setiap proses kehidupan.
Kini, kehidupannya memasuki fase yang berbeda. Ia sedang menjalani dua peran besar sekaligus bekerja dan kuliah. Bukan perkara mudah membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan, tuntutan akademik, dan berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Terkadang rasa lelah dan pusing datang ketika semuanya harus dijalani bersamaan.
Namun, ia memilih untuk tetap menikmati prosesnya. Baginya, hidup tidak perlu dibuat terlalu rumit. Yang penting adalah tetap berjalan, tetap berusaha, dan menjalani semuanya dengan hati yang ringan.
Di tengah kesibukan itu, ia juga menemukan cara baru untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Hiking menjadi salah satu aktivitas yang baru ia coba.
Awalnya, kegiatan ini ia lakukan sebagai cara untuk mengalihkan diri setelah mengalami patah hati. Namun tanpa disangka, pengalaman mendaki justru membuatnya menemukan rasa baru: kebebasan, ketenangan, dan semangat yang kembali tumbuh.
Dari satu perjalanan ke perjalanan lain, ia mulai merasakan bahwa berada di alam memberikan ruang untuk berpikir, bernapas, dan menyembuhkan diri. Bahkan kini, ia mengaku ketagihan dan ingin terus menjelajahi lebih banyak gunung.
Meski hidupnya dipenuhi berbagai aktivitas, ada satu hal yang selalu menjadi prioritas utamanya: keluarga. Ia menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membahagiakan orang tua dan keluarganya.
Ia ingin membuat mereka bangga dan suatu hari mampu mengangkat derajat keluarganya melalui usaha dan kerja keras yang ia lakukan hari ini. Bagi dirinya, kesuksesan bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi tentang bagaimana ia bisa memberi arti bagi orang-orang yang paling ia cintai.
Harapan sederhana pun selalu ia panjatkan: kesehatan untuk semua orang yang ia sayangi. Karena ia percaya, dengan tubuh yang sehat dan hati yang kuat, semua mimpi masih mungkin untuk diperjuangkan.
Di akhir ceritanya, ia menyampaikan pesan yang sangat tulus bagi siapa pun yang mungkin sedang berada di fase kehidupan yang sama berjuang menjalani kuliah sambil bekerja, menghadapi lelahnya tanggung jawab, atau bahkan sedang memulihkan diri dari luka hati.
“Buat kalian yang lagi ada di fase seperti aku, jangan pernah menyerah.
Tetap bersyukur, karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk belajar sambil bekerja seperti kita. Semua proses ini pasti ada tujuannya.”
Sebuah pesan sederhana, namun penuh makna.
Karena di balik perjalanan yang terlihat biasa, tersimpan tekad besar untuk terus melangkah selangkah demi selangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Source image: nabila
