Nosel.id Jakarta- Semarang bukan sekadar tempat tinggal bagi Mita Nona Dewi atau sapa Nona.
Sejak kecil, ia telah menyatu dengan denyut nadi Ibu Kota Jawa Tengah ini, kota yang ia panggil dengan penuh cinta sebagai Surga Kuliner Nusantara.
Meski bukan kelahiran Semarang, jiwa dan raga Nona telah diwarnai oleh kehangatan lumpia, kenikmatan tahu gimbal, kelezatan wingko babat, dan keunikan nasi ayam.
Lebih dari sekadar citarasa, baginya Semarang adalah kanvas indah tempat cita rasa Jawa, Tionghoa, dan Arab bertemu dan berpadu harmonis.
Baginya, kedamaian kota Semarang memancar dari dua hal mendasar.
Pertama, harmoni budaya yang terwujud dalam keberagaman yang hidup berdampingan secara damai.
Bukti nyata toleransi ini terlihat dari kemegahan Klenteng Sam Poo Kong yang berdiri tak jauh dari kemuliaan Masjid Agung Jawa Tengah. Selain itu, kedamaian juga bersumber dari ruang publik yang ramah.
Taman-taman hijau seperti Taman Indonesia Kaya dan lapangan Simpang Lima berfungsi sebagai jantung kehidupan sosial, tempat warga bersantai, berolahraga, dan mempererat kebersamaan.
Di tengah kekayaan budaya dan kulinernya, Nona mengabdi sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Semarang.

Sehari-hari, ia mendedikasikan diri sebagai pelayan masyarakat, sebuah peran yang ia jalani dengan rasa tanggung jawab.
Namun, di luar jam dinas, sebuah vibe baru telah mengisi hidupnya: bersepeda.
Hobi yang penuh semangat ini diperkenalkan oleh sepupunya, dan sejak itu, Nona menemukan cara baru untuk menyalurkan energi dan menikmati kotanya dari perspektif berbeda.
Seperti setiap gairah, dunia cycling membawa Mita pada gelombang suka dan duka.
Tantangan terbesarnya? “Susah untuk bangun pagi,” akunya jujur.
Persiapan yang harus dimulai pukul 04.00 pagi untuk menuju titik kumpul jam 05.15 bukanlah perkara mudah.
Namun, semua itu terbayar lunas dengan kebersamaan dan pencapaian.
Nona telah mengayuh sepedanya dalam event bergengsi seperti Tour de Ambarukmo dan Tour de Kemala, keduanya di Yogyakarta.
Untuk menjaga performa, ia aktif bergabung dengan Kuro Cycling Club, di mana latihan rutin dengan rute beragam menjadi menu wajib.
Sebagai seorang ASN dan pecinta sepeda, harapan Nona mencerminkan integritas dan ketulusan hatinya.
Di puncak listnya adalah kesuksesan dalam pekerjaan, agar ia dapat bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi maksimal bagi negara, sesuai dengan esensi tugasnya sebagai pelayan publik.

Tak lupa, ia memohon kesehatan dan rezeki yang lancar, serta keharmonisan keluarga yang selalu menjadi penyemangat dan pendukung setia dalam setiap kegiatannya, termasuk petualangan bersepedanya.
Nona mengakhiri ceritanya dengan sebuah quote yang sangat ia resapi dan menjadi prinsip hidupnya:
”Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa.
Tidak peduli cepat atau lambat prosesnya, yang terpenting jelas tujuan nya.”
Source image: nona








