Lusi Dinawati: Membangun Bisnis, Membangun Diri, dan Tetap Berjalan dalam Harapan

Nosel.id Jakarta- Bagi Lusi Dinawati, Banyuwangi bukan sekadar tempat tumbuh, tetapi juga ruang yang mengajarkan arti kebersamaan.

Ia mengenang lingkungan tempat tinggalnya sebagai sebuah keluarga besar, di mana para tetangga saling peduli, menjaga, dan mengenal satu sama lain.

Orang tua tidak akan terlalu khawatir ketika anak-anak bermain di luar, karena tetangga tahu itu anak siapa,” kenangnya.

Nilai kebersamaan tersebut menjadi bagian dari cara Lusi memandang kehidupan hingga hari ini.

Kini, Lusi menjalani dunia usaha dengan mengelola bisnis catering masakan Prancis dan salon.

Baginya, membangun bisnis bukan hanya tentang mengejar keuntungan, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang lebih kuat.

Membangun bisnis itu sama dengan membangun diri. Sebagai business owner, banyak tantangan yang harus dihadapi dan kita harus siap secara mental,” ujarnya.

Menurut Lusi, seorang pelaku usaha harus memiliki kemauan untuk terus belajar.

Bukan hanya mengenai pengembangan diri, tetapi juga perkembangan teknologi dan dunia digital yang bergerak sangat cepat.

Tantangan ini, menurutnya, semakin terasa bagi mereka yang mulai membangun bisnis di usia 40 tahun ke atas.

Namun, Lusi percaya bahwa selama seseorang memiliki kesiapan mental dan mau terus berkembang, perjalanan akan terasa lebih ringan.

Taking it easy saja, jangan membandingkan diri dengan orang lain. Perjalanan setiap orang tidak sama.

Bandingkan saja diri kita dengan diri kita yang kemarin. Kalau hari ini ada perkembangan, sekecil apa pun, berarti kita sudah bertumbuh,” tuturnya.

Lusi juga menyadari bahwa perjalanan yang sedang dijalani belum tentu selalu terlihat cerah. Ada masa ketika tujuan terasa jauh dan hasil belum sesuai harapan. Namun, ia memilih untuk tetap percaya bahwa selalu ada harapan di balik setiap proses.

Saat ini mungkin tujuannya belum kelihatan cerah, but saya yakin ada harapan dan doa saya yang pasti akan terjawab sesuai waktunya.”

Bagi Lusi, keyakinan itulah yang membuatnya terus melangkah. Ia tidak ingin menyerah hanya karena keadaan hari ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pesannya sederhana, tetapi penuh makna: jangan pernah putus harapan.

Walk by faith, not by sight.”

Karena terkadang, kita memang belum bisa melihat ke mana perjalanan ini akan membawa kita.

Tetapi dengan keyakinan, doa, dan kemauan untuk terus bertumbuh, setiap langkah tetap memiliki arti.

 

Source image: Lusi Dinawati