Liza Ranie: Melangkah Pelan, Bertahan Kuat, dan Tetap Menjadi Diri Sendiri

Nosel.id Jakarta- Bagi Liza Ranie, rumah bukan hanya soal tempat tinggal melainkan tentang rasa yang tumbuh dari perjalanan hidupnya.

Ia berasal dari Cilacap, sebuah kota pesisir dengan karakter yang unik: di satu sisi ada hiruk-pikuk industri, di sisi lain tetap terasa hangat dengan nuansa kampung yang kental.

Di sanalah masa kecil Liza terbentuk. Penuh kenangan sederhana, kehangatan keluarga, dan nilai-nilai yang kini ia bawa dalam kehidupannya.

Seiring waktu, langkahnya membawanya ke Purwokerto yang kini ia sebut sebagai rumah kedua. Kota yang lebih tenang, nyaman, dan menjadi tempat ia membangun kehidupan bersama keluarga.

Di tengah perannya sebagai seorang ibu, Liza tetap menemukan ruang untuk dirinya sendiri. Saat ini, ia aktif sebagai content creator, khususnya dalam konten Reels yang ia bangun dengan konsistensi.

Tak hanya itu, ia juga menjalankan beberapa usaha kecil yang perlahan menjadi sumber penghasilan dan kemandirian.

Namun di balik semua kesibukan itu, ada satu hal yang menjadi titik balik penting dalam hidupnya: lari.

Awalnya, lari hanyalah cara untuk “me time” meluangkan waktu di tengah rutinitas sebagai ibu. Sebuah cara sederhana untuk mengeluarkan keringat dan menenangkan pikiran. Tapi tanpa disadari, kebiasaan itu tumbuh menjadi passion.

Lari itu ternyata bukan cuma soal fisik, tapi juga soal mental,” ujarnya.

Dari sana, Liza menemukan versi baru dari dirinya.lebih kuat, lebih stabil secara emosi, dan lebih terhubung dengan dirinya sendiri.

Dunia lari membawanya bertemu banyak orang dengan energi positif, komunitas yang saling mendukung, dan pengalaman yang tak tergantikan.

Ia telah mengikuti berbagai event lari seperti Maybank Marathon, LPS Monas, SHA Solo, hingga Borobudur Marathon. Setiap race bukan hanya tentang garis finish, tetapi tentang proses panjang di baliknya—latihan subuh sebelum aktivitas dimulai, disiplin, dan komitmen yang terus dijaga.

Tentu, perjalanan itu tidak selalu mudah.

Ada momen ketika tubuh lelah setelah race, kaki terasa pegal, namun tanggung jawab sebagai ibu tetap menunggu di rumah.

Namun justru di situlah kekuatan Liza terlihat bagaimana ia mampu menyeimbangkan peran, tanpa kehilangan dirinya sendiri.

Bagi Liza, kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar. Ia menyimpannya dalam harapan-harapan sederhana namun penuh makna.

Ia ingin keluarganya selalu sehat dan bahagia. Ia berharap apa yang ia bangun—baik dalam karier maupun usaha—bisa terus berkembang dan memberi manfaat.

Ia juga ingin tetap sehat, tetap bisa berlari, bahkan hingga usia yang tidak lagi muda. Dan lebih dari itu, ia berharap apa yang ia bagikan melalui konten-kontennya bisa menjadi inspirasi, sekecil apa pun dampaknya.

Di tengah semua perjalanan itu, Liza memegang satu prinsip sederhana yang menjadi pengingat bagi dirinya—dan juga bagi banyak orang di luar sana.

Mulai dari hal kecil, lakukan dengan konsisten. Kamu nggak harus jadi yang tercepat yang penting kamu tetap bergerak maju.”

Pesan itu terasa semakin kuat ketika ia menyampaikannya kepada para perempuan, khususnya para ibu.

Bahwa menjadi ibu bukan berarti harus melupakan diri sendiri. Bahwa memiliki mimpi, hobi, dan ruang untuk bertumbuh adalah hal yang wajar—bahkan perlu.

Untuk para ibu di luar sana, kamu boleh punya mimpi sendiri, boleh punya hobi sendiri. Merawat diri itu bukan egois, itu perlu.”

Liza Ranie adalah gambaran perempuan masa kini yang menjalani banyak peran sekaligus, namun tetap setia pada dirinya sendiri. Ia tidak berusaha menjadi yang paling cepat, tetapi ia memilih untuk terus melangkah.

Dan dalam setiap langkah kecil yang konsisten itu, ia membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan tentang seberapa jauh kita berlari tetapi tentang keberanian untuk terus maju, apa pun keadaannya.

 

Source image: liza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *