KKPBM Perkuat Ekonomi Perantau Purworejo di Bekasi Lewat Koperasi

Nosel.id Bekasi – Koperasi Konsumen Pakuwojo Bekasi Mandiri (KKPBM) terus memperkuat perannya sebagai wadah ekonomi berbasis kebersamaan bagi warga perantauan asal Purworejo di Bekasi dan sekitarnya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KKPBM yang digelar di Gedung PGRI Metland Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (20/6/2026).

RAT menjadi agenda penting bagi koperasi untuk mengevaluasi kinerja selama satu tahun terakhir, sekaligus menyusun langkah strategis dalam memperluas manfaat koperasi bagi anggota.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah memperbesar jumlah anggota dari kalangan warga Purworejo yang merantau dan menetap di wilayah Bekasi.

Ketua KKPBM, Dwiyanto, mengatakan koperasi hadir bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga sebagai ruang gotong royong ekonomi yang dapat membantu para perantau memperkuat usaha dan memenuhi berbagai kebutuhan produktif.

 “Kami mengajak seluruh warga perantauan Purworejo di Bekasi dan sekitarnya untuk bergabung.

Semakin banyak anggota yang ikut, semakin besar pula manfaat dan kekuatan ekonomi yang bisa kita bangun bersama,” ujar Dwiyanto di sela RAT.

Saat ini, KKPBM telah memiliki sekitar 50 anggota aktif dari beragam latar belakang profesi dan jenis usaha.

Jumlah tersebut dinilai masih sangat berpotensi bertambah, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan yang lebih mudah, cepat, dan berbasis kepercayaan komunitas.

Ke depan, KKPBM akan terus memperkuat layanan simpan pinjam, meningkatkan tata kelola organisasi, serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif anggota.

Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi yang nyata bagi para anggota.

Manfaat koperasi juga dirasakan langsung oleh sejumlah anggota. Wiwik Sundari mengaku terbantu dalam mengembangkan usaha yang sedang dirintisnya melalui tambahan modal dari koperasi.

 “Saya sangat terbantu. Pinjaman dari koperasi ini saya gunakan untuk menambah modal usaha,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Sidiq, yang menilai proses pengajuan pinjaman di KKPBM berjalan cepat dengan bunga yang relatif ringan bagi pelaku usaha kecil.

Prosesnya cepat dan bunganya cukup ringan. Ini sangat membantu kami, terutama bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris KKPBM, Turiyah, juga merasakan manfaat koperasi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku dapat membeli pendingin ruangan melalui fasilitas koperasi dengan sistem pembayaran cicilan yang lebih terjangkau.

 “Alhamdulillah sangat membantu. Saya bisa membeli AC melalui koperasi dan pembayarannya dilakukan secara cicilan,” ujarnya.

RAT KKPBM turut dihadiri Ketua Dekopinda Kota Bekasi, H. Ade Ardiansyah, S.H., M.Kn., serta Drs. Rustadi dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi. Keduanya memberikan apresiasi atas kinerja KKPBM serta kelancaran penyelenggaraan RAT tahunan tersebut.

Melalui RAT ini, KKPBM berharap dapat terus berkembang menjadi koperasi yang sehat, profesional, dan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi warga perantauan Purworejo.

Semangat gotong royong yang dibangun diharapkan menjadi kekuatan utama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota secara kolektif. ( alw)