KITAHR sebagai perusahaan end to end digital ecosystem HR dan memiliki jejaring luas dengan banyak praktisi HR, juga akses luas dari para eksekutif human capital di perusahaan-perusahaan yang ada di Kawasan industri Bekasi kali ini ikut serta mensuport acara kaitan human resource dalam tajuk Dialog Interaktif Daerah (Dinda) Kabupaten Bekasi bertajuk “Peduli Regulasi, Siap Melayani”.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan KITAHR, AHCI, IPHRD dan STIAMI ini dihadiri oleh praktisi HRD, manager HR perusahaan Bekasi, anggota HIPMI, dinas terkait dan banyak auidens lainnya berlangsung di Aula KH Noer Alie, Kabupaten Bupati Bekasi.
Maksud dari kegiatan ini ialah untuk terjalinnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan HRD perusahaan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Pertemuan dengan HRD perusahaan ini tujuannya untuk berdiskusi, komunikasi antara dunia industri dengan pemerintah daerah. Makanya dihadirkan kepala dinas terkait,” tutur Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Selasa (27/09).
Acara tersebut dihadiri beberapa kepala dinas seperti Kepala Dinas Ketenagakerjaan Edi Rochyadi, Kepala DPMPTSP Suhup dan Kepala Dinas Perindustrian Dony Sirait. Mereka turut menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.
Ia menuturkan HRD perusahaan ini menjadi bagian yang sangat penting, terutama dalam membantu pemerintah daerah mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi. Misalnya peran HRD dalam merekrut para calon tenaga kerja di perusahaan tempatnya bekerja.
“Walaupun bukan pemilik perusahaan, saya ingin setidaknya HRD menjadi pemain kunci di perusahaan, karena mereka yang melaksanakan rekrutmen tenaga kerja bahkan membina tenaga kerja untuk lebih sejahtera dan kompeten,” katanya. “Oleh karena itu akan menjadi sangat penting jika HRD memiliki wawasan dan visi yang sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih baik,” tambah Pjt Bupati Danny Ramdan.
Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini menerangkan, diskusi tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat akselerasi penyerapan pengangguran di Kabupaten Bekasi“. Seperti memperluas rekrutmen tenaga kerja lokal serta meningkatkan kompetensi para pekerja yang ada di perusahaan tersebut,” terangnya.
Sementara itu praktisi HRD, RR. Meilani Aseaningrum mengatakan bahwa di kepemimpinan Pj Bupati Dani Ramdan ini pemerintah daerah sudah mulai beranjak ke arah peduli melihat dunia industri.
“Hari ini dengan adanya kolaborasi di empat OPD, terbukanya cakrawala pandang kita komunitas industri untuk mendapatkan dukungan dan dorongan dalam menaikan produktivitas,” tukas praktisi HR nan ramah tersebut. “Kolaborasi ini membuat sinergitas yang dapat membantu terciptanya kondusivitas dan harmonisasi hubungan Industrial yang akan saling menguntungkan dari berbagai pihak,” tambahnya lagi.
Dia menuturkan, akan lebih mudah untuk menggali sumber mata air kesejahteraan dan dengan mudah pula untuk menghapus air mata penderitaan bagi para pelaku usaha secara keseluruhannya. “Semoga ke depannya menjadi perubahan dari yang awalnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa,” urainya.
Acara sangat berkelas, dan menambah cakrawala, gagasan sekaligus input bagi Pemkab Bekasi ini di moderatori oleh salah satu praktisi senior HR Indonesia, Drs. Marwito, M.Si dan RR Meilani Aseaningrum. Rencananya setiap bulannya even Dinda ini akan digulirkan, dan Pjt Bupati Bekasi siap untuk ikut serta dan beliau merasa betapa penting dan urgensinya acara, atau inisiasi acara ini guna memberikan pelayanan yang prima dari segenap jajarannya kepada industry dan dampak penyerapan kerja kepada masyarakat Bekasi.








