Nosel.id Jakarta- Bagi Junita Ria, perempuan asli Palembang ini, masa kecil adalah bab paling indah dalam hidupnya.
Ia tumbuh di rumah yang penuh kehangatan, tawa, dan aroma masakan rumahan sebuah tempat di mana ia merasa hidupnya lengkap. Di situlah fondasi mimpinya tanpa sadar dibangun.
Kedua neneknya adalah perempuan tangguh yang membuka jalan inspirasi sejak dini.
Satu memiliki usaha katering, satu lagi mengelola restoran.
Karena orang tuanya sibuk bekerja, hampir setiap hari sepulang sekolah Junita menghabiskan waktu di dapur nenek menonton orang memasak, melayani tamu, dan melihat bagaimana makanan bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain.
Uniknya, tak ada satu pun yang secara langsung mengajarinya memasak.
Namun dari kebiasaan mengamati, ia tumbuh menjadi perempuan yang mahir dan jatuh cinta pada dunia kuliner.

Sejak umur 20 tahun, darah wirausahanya tak pernah padam. Junita mencoba berbagai bisnis mulai dari butik, salon, hingga rumah makan.
Semuanya tidak berjalan lancar. Beberapa tutup, beberapa merugi.
Tapi baginya, kegagalan bukan pintu keluar. Kegagalan justru menjadi jeda untuk melangkah lebih jauh.
Ia terus mencoba, menata strategi, memperbaiki diri, dan akhirnya menemukan bahwa passion terdalamnya tetap kembali pada dunia kuliner, tempat semua cerita masa kecilnya bermula.
Kini, ia fokus membangun bisnis kuliner dengan serius mengembangkan menu, menyesuaikan dengan selera pasar, dan berani berinovasi.
Setiap langkah adalah bentuk cinta dan bukti bahwa ia tidak pernah menyerah pada mimpinya.
Di balik semua perjalanan itu, Junita memikul peran besar: seorang single mom yang menjadi tulang punggung keluarga.
Ada air mata, ada lelah yang tak terlihat, namun ada juga keyakinan bahwa semua usaha akan membawanya pada tempat yang lebih tinggi suatu hari nanti.
Ia bekerja bukan hanya untuk hidup—tetapi untuk membahagiakan orang-orang yang bergantung padanya.
Dan dalam proses itu, ia juga membuktikan bahwa perempuan kuat tidak harus sempurna; cukup berani untuk terus melangkah.
Baginya, kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru harus dirayakan sebagai bagian dari perjalanan menuju sukses.

“Gagal itu bukan akhir segalanya.
Gagal itu keharusan yang perlu dilalui.
Kalau nggak gagal, gimana mau sukses?
Mumpung masih muda, coba terus.
Biar nanti tua tinggal terima duit doang di rumah sambil ngopi.”
Junita Ria mengajarkan bahwa sukses bukan hanya soal hasil, tapi juga soal keberanian untuk bangkit berkali-kali.
Dan dari dapur masa kecil yang penuh kenangan, ia kini menapaki dapur bisnis yang ia bangun dari cinta, kerja keras, dan ketekunan.
Perjalanan ini masih panjang. Namun satu hal pasti: Junita telah menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda bahwa mimpi bisa tumbuh dari tempat yang sederhanaasal tidak pernah menyerah.
Source image: Junita Ria








