Jeje, Lebih Baik  Mulai Duluan Sebelum Kesempatan Lewat Begitu Aja

Nosel.id Jakarta- Jeje lahir dan besar di Cirebon, kota yang selalu ia ingat sebagai ruang penuh kehangatan.

Masa kecilnya sederhana, damai, tanpa banyak beban.

Hidup terasa ringan, dipenuhi tawa, lingkungan yang saling kenal, dan hari-hari yang berjalan pelan.

Tapi semakin dewasa,” katanya, “aku belajar bahwa dunia ngga selalu selembut kenangan itu.”

Di perjalanan menuju dewasa, Jeje bertemu hal-hal yang tidak pernah ia temui di masa kecil: tanggung jawab yang berat, kehilangan, pilihan yang tidak mudah, kekecewaan, dan tuntutan yang terasa lebih besar dari kemampuan.

Namun justru dari kontras itulah ia tumbuh. Masa kecil memberi fondasi, masa dewasa memberi arah. Dua-duanya membentuk siapa dirinya hari ini.

Menjalani Banyak Peran: Belajar, Bekerja, dan Bergerak di Dunia Digital

Saat ini Jeje menjalani hari-harinya dengan kuliah sambil bekerja.

Di tengah kesibukan itu, ia tetap aktif bergerak di dunia digital dan berbagai komunitas.

Mulai dari seni dan budaya, sejarah, BEM kampus, komunitas perkopian, hingga photo & videography Jeje selalu punya ruang untuk berkarya.

Ia sering terlibat dalam seminar, workshop, event, project kreatif, hingga pendampingan belajar untuk anak muda.

Menurutnya, semua itu berawal bukan dari mimpi besar atau rencana yang rapi.

Aku cuma jalanin apa yang aku suka,” ucapnya, “lalu pelan-pelan berkembang jadi aktivitas yang lebih serius.”

Jeje percaya bahwa passion memang tidak perlu dicari terlalu jauh. Kadang ia hanya perlu dijalani sedikit demi sedikit, hingga suatu hari berubah menjadi sesuatu yang berarti.

Hobi Jeje dekat dengan seni dan aktivitas luar ruang.

Traveling, bermain ke alam, fotografi, hingga momen menyendiri untuk menenangkan pikiran—semua itu jadi caranya menjaga diri tetap waras.

Sukanya, kata Jeje, setiap kegiatan itu selalu bikin kepala lebih jernih dan energi kembali lagi.

Dukanya, waktu tidak selalu sejalan dengan kesibukan. Terkadang ia harus mencuri waktu di sela jadwal kuliah dan pekerjaan.

Namun setidaknya, ia tahu kapan harus berhenti sejenak dan pulang ke dirinya sendiri.

Jeje tidak menuntut banyak dari hidup. Harapannya sederhana: keluarga tetap sehat, karir berjalan mantap, ekonomi stabil agar ia bisa terus menjalankan proyek-proyek yang berarti, dan tentu saja, kesehatan mental yang tetap terjaga.

Untuk sosial, ia ingin tetap bermanfaat—meski lewat langkah-langkah kecil namun konsisten.

Dan ia berharap selalu berada di sekitar orang-orang baik, karena energi positif adalah bahan bakar penting dalam perjalanan panjang ini.

Pesan Jeje untuk Siapa Pun yang Sedang Berjuang

Hidup itu ngga nunggu kamu siap,” kata Jeje.

“Jadi lebih baik kamu mulai duluan sebelum kesempatan lewat begitu aja.”

Ia percaya setiap orang punya voucher gagal dan itu harus dihabiskan.

Gagal bukan akhir, gagal adalah tiket belajar. Yang penting, jangan berhenti hanya karena takut jatuh.

Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten melangkah.

 

 

Source image: jeje

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *