Nosel.id Jakarta- Berasal dari Bandung, tepatnya Desa Sindangpanon, Banjaran, Intan Novriali Yami tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia olahraga.
Sindangpanon, yang berada di kawasan Bandung Selatan, menjadi tempat yang menyimpan banyak kenangan masa kecil dengan suasananya yang sejuk dan dingin.
Tumbuh bersama orang tua yang memiliki passion besar terhadap olahraga membuat Intan mengenal dunia olahraga sejak usia dini.
Memasuki usia 13 tahun, ia mulai menekuni voli dan memilih jalan sebagai atlet. Dari sinilah perjalanan panjang yang penuh disiplin dan perjuangan mulai terbentuk.
Dedikasi tersebut kemudian membawanya pada perjalanan karier yang tidak kalah membanggakan. Saat ini, Intan menjalankan tugas sebagai anggota Wanita TNI Angkatan Udara (WARA).
Menjadi atlet sekaligus bagian dari institusi militer membentuk dirinya menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan tangguh. Ia terbiasa menghadapi tuntutan untuk selalu siap dalam berbagai situasi serta belajar bertanggung jawab terhadap setiap pilihan dan tugas yang dijalani.
“Dari dunia olahraga dan WARA, saya diajarkan dan terbiasa hidup penuh disiplin, mandiri, serta dipaksa menjadi tangguh dalam situasi apa pun.”
Namun, di balik ketangguhan tersebut, ada konsekuensi yang harus diterima. Salah satunya adalah berkurangnya waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Kesibukan, tanggung jawab, dan tuntutan pekerjaan terkadang membuat waktu bersama orang-orang tercinta menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Justru dari situlah Intan belajar bahwa keluarga bukan hanya tempat untuk pulang, tetapi juga sumber kekuatan yang selalu memberikan dukungan.
Untuk kehidupan ke depan, Intan berharap keluarganya tetap menjadi support system yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan terbaik.
Dalam karier dan ekonomi, ia berharap dapat terus konsisten dan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Ia juga berharap selalu diberikan kesehatan, baik secara fisik maupun mental, serta dapat menjalani kehidupan sosial dengan penuh rasa saling menghargai dan toleransi terhadap orang-orang di sekitarnya.
Bagi Intan, perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Ada saatnya seseorang menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan, mengalami kegagalan, atau harus melewati jalan yang lebih panjang dari yang dibayangkan.
Namun, ia percaya bahwa setiap proses memiliki tujuan dan Tuhan selalu memiliki rencana yang lebih baik.
“Hidup tidak akan selalu berjalan seperti apa yang kita mau, tapi Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik dari apa yang kita harapkan.”
Karena itu, jangan berhenti mencoba. Jangan terlalu cepat menilai diri sendiri hanya karena hari ini belum sesuai dengan harapan. Teruslah melangkah, belajar, dan memperbaiki diri.
Sebab terkadang, kita terlalu sibuk mengejar sesuatu hingga lupa melihat perubahan yang sudah terjadi dalam diri sendiri.
“Teruslah mencoba sampai pada akhirnya kita sadar kalau ternyata hari ini kita sudah jauh lebih baik dari hari yang lalu.”
Perjalanan Intan menjadi pengingat bahwa ketangguhan tidak lahir secara instan. Ia dibentuk oleh disiplin, pengorbanan, keberanian menghadapi keadaan, dan kemauan untuk terus mencoba.
Dari seorang atlet muda hingga menjadi WARA, setiap tahap kehidupannya menjadi bagian dari proses yang membuatnya tumbuh menjadi perempuan yang lebih kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan apa pun.
Source image: Intan Novriali Yami
