Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Jakarta, Indah Marlisa menapaki jalan profesional yang panjang dan penuh komitmen.
Di tengah perannya sebagai ibu rumah tangga, ia tetap melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar S2 Kenotariatan, sebuah keputusan besar yang justru mendapat dukungan penuh dari sang suami.
Menjadi notaris bukan proses instan. Setelah menuntaskan S1 Hukum dan S2 Kenotariatan, ia harus menjalani magang minimal dua tahun, lulus ujian kode etik, serta memenuhi berbagai persyaratan administratif hingga akhirnya diangkat secara resmi oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Seluruh proses ini menuntut integritas tinggi, kepatuhan terhadap kode etik, serta profesionalisme yang kuat.
Usai pengangkatan, Indah membuka kantor, mendaftarkan diri secara resmi, dan mulai menjalankan praktik profesi ini, sembari terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di era digitalisasi layanan hukum.

Menjalani profesi notaris sekaligus menjadi ibu dari tiga anak bukanlah hal yang mudah, namun sangat mungkin dilakukan.
Tantangan ada, tetapi dapat dihadapi dengan manajemen waktu yang baik, penentuan prioritas, serta keseimbangan energi.
Profesi ini relatif menawarkan fleksibilitas waktu dibandingkan banyak profesi lain, sehingga memungkinkan untuk tetap hadir dalam keluarga tanpa mengorbankan tanggung jawab profesional.
Kuncinya adalah menikmati proses, tidak merasa terbebani, dan memahami bahwa keseimbangan hidup adalah pilihan sadar yang harus terus dijaga.
Bagi Indah, olahraga bukan sekadar menjaga kebugaran. Padel menjadi sarana yang sangat efektif untuk membangun koneksi profesional.
Sifatnya yang sosial menciptakan komunikasi alami, suasana santai, dan inklusif, sehingga membuka peluang interaksi lintas profesi dan latar belakang.
Untuk menjaga konsistensi, sesi padel dijadwalkan secara rutin, misalnya setelah jam kerja atau di akhir pekan, sehingga tetap selaras dengan ritme pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Bagi perempuan yang berkarier sekaligus menjadi istri dan ibu, Indah menekankan pentingnya berpikir positif demi kelancaran rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, serta integritas dalam bekerja.
Doa menjadi fondasi utama, memohon agar karier diberkahi, urusan dimudahkan, diberi kekuatan mental, serta mampu menjadi teladan dan membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan.
Rasa syukur dan berserah diri kepada Allah SWT adalah kunci menjaga ketenangan dan arah hidup.
Untuk wanita Indonesia yang menjalani peran ganda, pesannya sederhana namun kuat:

percaya diri dengan peran yang dijalani, manfaatkan dukungan sekitar, jaga keseimbangan, dan jangan takut terus belajar serta berinovasi.
Menjadi ibu bukanlah penghalang karier, justru memperkaya pengalaman hidup, menumbuhkan kemandirian, dan menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak.
Jadilah perempuan yang tangguh namun lembut, terus melangkah maju, tetap menebar kasih sayang, dan tidak melupakan peran sebagai ibu dan istri.
Source image: indah








