Nosel.id Sayidatusshaliha, yang akrab disapa Ida berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kota ini dikenal sebagai wilayah perkotaan yang dinamis, dengan ritme hidup yang cepat dan masyarakat yang sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Tidak banyak pepohonan seperti di pedesaan, namun bagi Ida, Banjarmasin tetap memiliki kehangatan tersendiri.
Warganya ramah, saling menyapa, dan meski keseharian dipenuhi pekerjaan, selalu ada rasa saling menghargai.
Selepas bekerja, kebanyakan orang memilih kembali ke rumah untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga.
Pola hidup sederhana itulah yang membentuk Ida menjadi pribadi yang realistis, mandiri, dan terbiasa menghargai waktu serta usaha.
Saat ini, Ida bekerja sebagai sales rokok. Dunia sales adalah dunia yang menuntut mental kuat, komunikasi yang baik, dan target yang harus dikejar.
Namun Ida menjalaninya dengan sikap yang ringan dan penuh rasa syukur. Baginya, duka dalam pekerjaannya lebih banyak berkaitan dengan target.
Selebihnya, ia merasa bersyukur karena produk yang ia bawa relatif mudah diterima pasar, sehingga pekerjaannya dapat berjalan dengan lancar.
Yang membuat Ida berbeda adalah caranya memaknai pekerjaan. Ia memilih untuk selalu bahagia, apa pun situasinya.

“Aku selalu happy aja, apa pun yang aku rasakan,” begitu prinsip hidup yang ia pegang.
Sikap inilah yang membuatnya mampu bertahan, menikmati proses, dan tetap tersenyum di tengah tekanan kerja.
Sebelum terjun ke dunia sales, Ida pernah menjadi model.
Kecintaannya pada dunia kamera masih melekat hingga kini. Ia menikmati setiap momen berada di depan kamera sebagai ruang mengekspresikan diri dan kepercayaan diri.
Meski kini fokus pada pekerjaan utamanya, dunia visual tetap menjadi bagian dari dirinya, bukan sekadar hobi, tetapi cara ia merayakan dirinya sendiri.
Dalam hidup, Ida tidak memasang target yang muluk.
Harapannya sederhana namun penuh makna: menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, sukses dalam karier, dan selalu bisa menjadi kebanggaan orang tua serta keluarganya.
Ia ingin terus menjadi orang baik, berguna bagi sesama, gemar membantu orang lain, dan memiliki rezeki yang terus mengalir agar bisa berbagi lebih luas.
Ia percaya bahwa hidup bukan tentang menunggu segalanya sempurna, melainkan tentang keberanian menjalani setiap fase dengan hati yang kuat.
Beberapa prinsip hidup yang selalu ia pegang antara lain:
“Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi belajar menari di tengah hujan.” Mimpi yang tidak diikuti dengan tindakan hanyalah ilusi.”
Tidak perlu memaksakan diri menjadi serba bisa. Cukup tekuni satu bidang yang paling membuatmu bahagia, lalu jadilah hebat di sana.
Kamu mungkin mengalami hari yang buruk, tapi itu bukan kehidupan yang buruk.”

“Setiap orang punya jalan hidupnya sendiri. Jangan membandingkan prosesmu dengan orang lain. Just be yourself.”
Kisah Ida adalah potret nyata tentang perempuan pekerja yang memilih untuk tetap bahagia, rendah hati, dan berproses dengan jujur.
Dari Banjarmasin, ia melangkah dengan keyakinan bahwa selama kita mau bekerja keras, bersyukur, dan tidak berhenti menjadi manusia baik, hidup akan selalu menemukan jalannya sendiri.
Source image: ida









