Nosel.id Jakarta-Hanggi Dyah atau disapa Dyah lahir dan besar di Palembang, kota yang selalu ia sebut sebagai rumah dengan segala kehangatannya.
Masa kecilnya tumbuh dalam lingkungan yang akrab, warga yang ramah, keluarga yang saling menguatkan, dan nilai kebersamaan yang tertanam kuat sejak dini.
Dari sanalah Dyah belajar tentang arti hadir untuk satu sama lain, tentang kehangatan yang tidak hanya dirasakan, tetapi juga diwariskan.
Memasuki masa remaja, hidup membawanya merantau mengikuti tugas dinas sang ayah. Sidoarjo dan Karangasem, Bali menjadi dua tempat yang memberi warna baru dalam perjalanan hidupnya.
Berpindah lingkungan mengajarkannya banyak hal: beradaptasi dengan perbedaan, membuka pola pikir, dan memahami bahwa keberagaman adalah ruang belajar yang tak pernah habis.
Pengalaman merantau itulah yang menempa Dyah menjadi pribadi yang mandiri, fleksibel, dan mampu menemukan kebahagiaan dalam proses belajar.
Sejak awal, Dyah memiliki ketertarikan besar pada dunia fashion. Ia menyalurkan passion-nya melalui desain pakaian, bahkan sempat memiliki label desain sendiri.
Di waktu yang hampir bersamaan, langkah hidupnya bergerak ke arah yang tak kalah menantang.
Usai lulus SMA, Dyah terpilih menjadi Duta Wisata Kota Palembang dan Finalis Wajah Femina, pengalaman yang memperluas wawasannya tentang dunia kreatif dan personal branding.

Pada tahun 2010, Dyah resmi menjadi ASN setelah lulus seleksi CPNS Kemenkumham. Menjalani peran sebagai aparatur negara sekaligus tetap aktif berkarya tentu bukan perkara mudah.
Namun dengan dukungan atasan dan instansi, Dyah membuktikan bahwa profesionalisme dan kreativitas bisa berjalan beriringan.
Baginya, menjadi ASN tidak membatasi ruang berkarya, selama dijalani dengan tanggung jawab dan integritas.
Perjalanan itu menemukan babak baru di tahun 2023, ketika Dyah dipercaya menjadi Brand Ambassador Klamby di Kota Palembang.
Kesempatan ini bukan hadir secara instan, melainkan buah dari passion yang konsisten dijaga dan kepercayaan yang dibangun perlahan.
Dari titik inilah perannya di dunia branding dan fashion semakin berkembang, tetap berpijak pada nilai-nilai yang ia pegang sejak awal.
Menjalani hobi sebagai bagian dari profesi tentu memiliki dua sisi. Dyah menyadari bahwa waktu akhir pekan yang seharusnya menjadi ruang istirahat sering kali terisi oleh aktivitas konten, event, atau kerja sama brand.
Namun di balik itu, ada rasa syukur yang besar, karena bisa melakukan hal yang dicintai sekaligus memberi nilai ekonomi. Ketika passion dan pekerjaan menyatu, lelah terasa lebih ringan karena dijalani dengan sepenuh hati.
Dalam setiap langkah, Dyah selalu membawa doa yang sederhana namun mendalam.
Ia berharap Allah memberinya keseimbangan hidup: keluarga yang sehat dan harmonis, karier yang bertumbuh dengan cara yang baik, rezeki yang cukup dan berkah, serta kesehatan fisik dan mental yang terjaga.

Lebih dari itu, ia ingin setiap perannya memberi manfaat melalui karya, pekerjaan, maupun sikap sehari-hari.
Sebagai pesan untuk para pembaca di seluruh Indonesia, Dyah menyampaikan pengingat yang lembut namun kuat, khususnya bagi perempuan:
Produktif bukan berarti harus sempurna, dan bermanfaat tidak selalu harus besar.
Jadilah wanita yang terus bertumbuh, tenang dalam proses, dan kuat dalam tujuan.
Dyah percaya, versi terbaik setiap perempuan tidak harus seragam. Fokuslah bertumbuh sesuai porsi masing-masing, gunakan potensi yang dimiliki, dan jangan ragu untuk bermimpi.
Karena perempuan yang bahagia dengan prosesnya akan selalu menemukan cara untuk memberi manfaat bagi sekitarnya.
Source image: dyah








