GEMBIRA Dukung SDGs, Dorong Kesadaran Gizi untuk Balita Sehat di Jambanan

Nosel.id Jakarta– Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 Desa Jambanan menggelar program GEMBIRA (Gerakan Mewujudkan Balita Sehat dan Ceria) pada Senin (03/08/2026) di Balai Kantor Kepala Desa Jambanan.

Mengangkat isu pemenuhan gizi balita, kegiatan ini dikemas melalui penyuluhan berbasis talkshow, permainan interaktif, hingga demo masak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar ke ibu-ibu balita, PKK, dan kader.

Kegiatan GEMBIRA dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam mendukung tumbuh kembang balita.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi mengenai pemenuhan asupan gizi dan pencegahan masalah gizi sejak usia dini.

Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah talkshow bersama ahli gizi dari Puskesmas Kecamatan Sidoharjo. Narasumber yang dihadirkan merupakan pihak yang selama ini turut menangani permasalahan gizi di wilayah Kecamatan Sidoharjo.

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan gizi balita, pentingnya asupan makanan yang seimbang, serta hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk membuat suasana penyuluhan lebih interaktif, peserta juga diajak mengikuti permainan “Mitos atau Fakta”.

Permainan ini mengajak peserta untuk mengenali berbagai informasi mengenai gizi balita yang beredar di masyarakat dan membedakan antara informasi yang benar dengan anggapan yang belum tentu tepat.

Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat belajar sekaligus berinteraksi secara lebih santai selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo masak PMT penyuluhan.

Menu yang dipraktikkan telah dikonsultasikan dan disesuaikan dengan arahan ahli gizi yang terlibat dalam kegiatan. Demo tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai pengolahan makanan yang dapat diterapkan di rumah.

Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama penyuluhan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik sebagai salah satu upaya menambah asupan gizi bagi anak sehari-hari.

Selain memberikan edukasi dari sisi kesehatan dan gizi, GEMBIRA juga turut menghadirkan perspektif hukum melalui kontribusi mahasiswa Fakultas Hukum.

Dalam kegiatan tersebut, diberikan edukasi singkat mengenai hak-hak anak atas pemenuhan gizi dan kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

Materi dikemas dalam bentuk leaflet dengan bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dipahami agar informasi mengenai hak anak dapat diterima oleh masyarakat secara lebih mudah.

Keterlibatan berbagai bidang dalam kegiatan GEMBIRA menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi yang lebih menyeluruh. Aspek kesehatan dan gizi diperkuat melalui penyampaian materi oleh ahli gizi, sementara aspek hukum turut memberikan pemahaman bahwa pemenuhan gizi dan kesehatan merupakan bagian dari hak anak yang perlu diperhatikan. Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat SDGs yang mendorong adanya upaya bersama dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui GEMBIRA, mahasiswa KKN Undip berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.

Tidak hanya bagi orang tua, pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan melalui peran kader dan PKK sehingga tercipta dukungan bersama terhadap tumbuh kembang anak.

Dengan langkah sederhana yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, GEMBIRA diharapkan dapat turut mendukung terwujudnya balita yang sehat dan ceria. ( Red)