Nosel.id Jakarta- Lahir dan tumbuh di Kota Batu, Jawa Timur, Francisca Esa dibesarkan dalam keluarga sederhana yang sejak awal menanamkan satu nilai penting: berprestasi adalah bekal masa depan.
Sejak kecil, ia ditempa untuk aktif baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Alasannya sederhana namun bermakna, selain mempersiapkan diri menghadapi masa depan, prestasi juga menjadi cara mandiri untuk menambah uang jajan dan melatih tanggung jawab sejak dini.
Tumbuh di kota kecil dengan lingkungan yang kompetitif justru membuka banyak pintu bagi Francisca.
Sejak remaja, ia sudah terbiasa berinteraksi dengan banyak orang dan berani tampil di ruang publik.
Pada usia 16 tahun, langkah besarnya dimulai ketika ia mengikuti ajang Duta Wisata Kangmas Nimas Kota Batu dan berhasil meraih Juara 1.
Di usia yang sama, ia kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Harapan 1 Raka Raki Jawa Timur.
Pencapaian ini membuat namanya dikenal luas dan dipercaya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan penting di kotanya.
Mulai dari event lingkungan seperti Earth Day, hingga fashion show bersama desainer ternama.

Dari dunia duta wisata, kecintaannya pada komunikasi publik tumbuh dengan alami.
Karier sebagai Master of Ceremony (MC) mulai ia jajaki dari acara-acara kecil hingga panggung besar seperti HUT Kota Batu.
Saat kuliah, Francisca memperluas pengalamannya dengan bekerja paruh waktu sebagai presenter dan news anchor di Agropolitan Televisi (ATV) dan Kompas TV Malang.
Perjalanan ini berjalan beriringan hingga ia diterima bekerja di BRI melalui jalur PPS/ODP BRI.
Di BRI, semangat belajarnya tidak berhenti. Ia kembali menantang diri dengan bergabung dalam BRI Social Media Ambassador, sebuah peran yang memberinya wawasan baru dari para coach profesional.
Dari sinilah, Francisca kembali aktif menjadi MC, baik untuk acara internal perusahaan, lintas BUMN, hingga kegiatan yang dihadiri menteri dan pejabat negara.
Baginya, suka dari perjalanan ini adalah kesempatan bertemu banyak orang dan belajar memahami beragam karakter.
Dunia event yang dinamis membuatnya terbiasa beradaptasi, mengelola rasa gugup, dan tetap rendah hati dalam situasi apa pun.
Namun, ia juga jujur mengakui adanya duka menjalani peran ganda sebagai banker dan MC bukan hal mudah.
Tantangan membagi waktu dan rasa insecure karena merasa belum maksimal di dua dunia sekaligus kerap muncul, meski ia selalu berusaha memberikan yang terbaik. Selebihnya, perjalanan ini ia syukuri dengan bahagia.
Menjelang penghujung tahun 2025 menuju 2026, doa Francisca sederhana namun dalam.
Ia berharap semua orang yang pernah ditemuinya bisa bahagia dan mengenangnya sebagai pribadi yang baik serta membawa keceriaan.
Ia ingin menjadikan keluarganya sebagai rumah yang nyaman untuk saling pulang dan bertumbuh.
Dalam karier, ia bercita-cita memberi manfaat dan nilai positif yang nyata bagi perusahaan, dikenal sebagai sosok yang adaptif dan bisa di berbagai bidang.
Di atas segalanya, ia memohon kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang mengalir deras agar bisa membantu lebih banyak sesama.
Ia menutup perjalanannya dengan satu pesan yang ia pegang teguh:

“Small steps lead to big achievements, not stepping at all gets you nowhere.”
Bagi Francisca, terutama bagi para perempuan, tidak ada alasan untuk takut mencoba.
Bergeraklah sesuai hati dan pikiran, lepaskan diri dari stigma “tidak bisa”.
Semua hal mungkin dilakukan selama ada keberanian untuk melangkah, persiapan yang matang, doa yang kuat, dan hati yang ikhlas.
Selebihnya, biarlah Tuhan yang menentukan apakah kita sudah layak menerima apa yang kita impikan.
Source image: Francisca Esa








