Nosel.id – Lahir di Bali dari keluarga dengan latar belakang budaya yang kaya perpaduan Bali, Batak, Arab, dan Chinese, Fildza tumbuh dalam lingkungan yang membentuk cara pandangnya menjadi terbuka dan penuh warna.
Masa kecilnya dihabiskan antara Bali dan Jakarta, dua kota dengan karakter yang berbeda, namun sama-sama memberikan ruang baginya untuk mengenal keberagaman dan memperkaya sudut pandangnya terhadap kehidupan.
Sejak kecil, dunia seni telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya.
Kecintaan terhadap art bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan tumbuh dari lingkungan keluarga yang juga memiliki kedekatan dengan dunia kreatif.
Beberapa anggota keluarganya berprofesi sebagai arsitek, sementara yang lain memiliki kemampuan melukis.
Tak heran jika Fildza menjadikan seni sebagai bahasa terbaik untuk mengekspresikan diri.
Semangat berkarya itulah yang kemudian melahirkan Paper Party, sebuah ruang yang ia ciptakan sebagai wadah untuk menyalurkan energi kreatif sekaligus berbagi ilmu, pengalaman, dan cerita kepada banyak orang.
Baginya, karya bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang indah, tetapi juga tentang menciptakan koneksi dan menghadirkan makna.
Tak berhenti di sana, Fildza juga membangun MSG Collective, sebuah ruang kolaboratif yang menjadi tempat bertukar ide, berdiskusi, dan melahirkan berbagai karya bersama.
Kedua platform tersebut lahir dari dorongan yang sama, yaitu keinginan untuk terus berkarya sambil tetap peka terhadap keadaan di sekitar.
Ia percaya bahwa kreativitas akan selalu menemukan jalannya ketika seseorang mampu mendengarkan hati dan membuka diri terhadap lingkungan.
Di balik perjalanan kreatifnya, Fildza memiliki doa sederhana yang selalu ia panjatkan. Ia berharap setiap hubungan yang terjalin dapat berjalan berdampingan, saling mendukung tanpa paksaan, serta dilandasi ketulusan untuk saling mengasihi.
Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari bagaimana setiap orang dapat tumbuh bersama dalam harmoni.
Sebagai penutup, Fildza membagikan pesan yang selalu ia pegang dalam menjalani kehidupan:
“You are allowed to grow slowly roots take time before they bloom.”
Menurutnya, setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang.
Tidak perlu terburu-buru mengejar hasil, karena seperti akar yang tumbuh dalam diam sebelum akhirnya berbunga, proses yang dijalani dengan sabar akan melahirkan sesuatu yang kuat, indah, dan bermakna.
Source image: Fildza
