Nosel.id Jakarta- Berasal dari Cirebon dan kini menetap di Jakarta, Farah Dhiba menyimpan banyak kenangan indah tentang masa kecilnya.
Baginya, Cirebon adalah tempat yang penuh kehangatan, di mana ia tumbuh bersama keluarga yang selalu memberikan kasih sayang dan dikelilingi lingkungan yang ramah.
Bermain bersama teman-teman hingga menjelajahi sudut-sudut kampung menjadi bagian dari cerita yang membentuk sosok Farah seperti sekarang.
Kini, kehidupan Farah diwarnai dengan kesibukan bekerja di Jakarta. Namun, ia memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.
Setiap ada kesempatan melakukan perjalanan dinas maupun mengambil cuti, ia selalu menyempatkan diri untuk menjelajahi tempat-tempat baru.
Baginya, traveling bukan sekadar liburan, tetapi cara untuk memperluas wawasan, mengenal budaya baru, dan mengisi kembali energi setelah rutinitas pekerjaan.
Akhir pekan menjadi waktu yang paling ia nantikan. Farah biasanya menghabiskan hari Sabtu dan Minggu dengan berolahraga, mulai dari gym hingga mengikuti trail run.

Aktivitas fisik bukan hanya membuat tubuhnya lebih sehat, tetapi juga menjadi ruang untuk melepaskan penat sekaligus bertemu dengan banyak orang baru yang memiliki semangat dan hobi yang sama.
Menurut Farah, dunia olahraga telah memberinya banyak pengalaman berharga.
Ia dapat bergabung dengan berbagai komunitas, mengikuti perlombaan, memperluas jaringan pertemanan, dan mendapatkan energi positif dari orang-orang di sekitarnya.
Setiap garis finis yang berhasil dilewati menjadi pengingat bahwa kemampuan seseorang selalu bisa berkembang ketika berani mencoba dan terus berlatih.
Menariknya, Farah mengaku hampir tidak pernah merasakan sisi negatif dari hobinya tersebut. Meski tak jarang ada yang bertanya apakah ia tidak takut kulitnya menjadi lebih gelap karena sering beraktivitas di luar ruangan, hal itu tidak pernah menjadi persoalan baginya.
Kebahagiaan, kesehatan, dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan komentar orang lain. Selama ia merasa bahagia dan menikmati prosesnya, itulah yang paling penting.
Ke depan, Farah berharap dirinya terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia ingin terus belajar, bertumbuh, memperluas pengalaman, serta menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan semangat untuk mencoba hal-hal baru.
Di akhir perbincangan, Farah menyampaikan pesan sederhana yang menjadi prinsip hidupnya.
“Love yourself first.”
Bagi Farah, mencintai diri sendiri bukan berarti egois, melainkan menghargai kesehatan, menjaga kebahagiaan, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk terus berkembang.

Ketika seseorang mampu menerima dan mencintai dirinya, ia akan lebih mudah menjalani hidup dengan percaya diri, menyebarkan energi positif, dan memberikan yang terbaik kepada orang-orang di sekitarnya.
Perjalanan Farah Dhiba menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat ditemukan dalam keseimbangan antara karier, hobi, kesehatan, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Karena pada akhirnya, langkah terbaik selalu dimulai dari belajar mencintai diri sendiri.
Semoga kisah Farah Dhiba menjadi inspirasi bahwa kehidupan yang seimbang, tubuh yang sehat, dan rasa cinta kepada diri sendiri adalah fondasi untuk terus bertumbuh dan meraih impian.
Source image: Farah Dhiba






