Nosel.id Jakarta- Kehidupan Erlin Tikupasang berakar kuat di tanah Toraja Utara yang subur dan penuh kekeluargaan.
Dibesarkan di sebuah desa terpencil nan asri, Erlin, anak kedua dari tujuh bersaudara, mengenang masa kecilnya dengan kehangatan.
Kedua orang tuanya, petani tulen, membesarkan mereka dalam kesederhanaan yang penuh makna.
Disiplin yang diajarkan orang tua bukanlah kekangan, melainkan benang pengikat yang membuat mereka saling merangkul dan membantu satu sama lain.
Udara sejuk kampung halaman bukan hanya tentang alam, tapi juga tentang rasa persaudaraan yang erat di antara warga, di mana kepedulian antar tetangga bukan sekadar kata, tapi kenyataan hidup sehari-hari.
Kenangan bermain bersama keluarga dan kebersamaan yang tulus itu menjadi fondasi kokoh yang membentuk dirinya, mengajarkannya nilai gotong royong, kerja keras, dan pentingnya ikatan emosional sejak dini.

Dari kesederhanaan desa terpencil di Toraja, Erlin berhasil menorehkan langkah sukses di dunia korporasi yang dinamis.
Rasa syukurnya selalu terucap karena bisa mengawali karir di sebuah perusahaan besar, tepatnya sebagai Marketing Project.
Posisi ini bukan sekadar pekerjaan, tapi pintu gerbang yang membuka peluang luar biasa baginya.
Ia mendapatkan kesempatan langka untuk menggabungkan passion bekerja dengan menjelajah berbagai tempat, sekaligus membangun jaringan koneksi yang solid dengan para klien di sektor proyek gedung.
Menjalin relasi dengan kolega dari berbagai kalangan, termasuk sosial atas, menjadi salah satu hal yang paling ia sukai dari perjalanan karirnya.
“Suka banget bisa kerja sambil traveling gratis sekaligus kenal banyak orang hebat,” ujarnya menggambarkan sisi menarik profesinya.
Namun, dunia proyek yang penuh dinamika juga menyimpan tantangannya sendiri. Erlin dengan jujur mengakui bahwa godaan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.
“Dukanya, ya harus pintar-pintar bawah diri dan menempatkan posisi kita dengan tepat,” tuturnya, menekankan pentingnya integritas dan kewaspadaan diri di tengah lingkungan yang penuh ujian.
Yang menarik, di balik ambisinya untuk terus berkembang di ranah profesional, Erlin juga menegaskan peran utamanya sebagai seorang ibu rumah tangga.
Kedekatan dengan keluarga inti dan kebahagiaan mereka adalah prioritas mutlak yang tidak tergantikan oleh kesibukan karir sekalipun.
Kemampuan menyeimbangkan tuntutan dunia kerja yang mobile dengan tanggung jawab di rumah menjadi bukti ketangguhan dan keterampilan manajemen waktunya.
Kunci utama yang membuat Erlin bisa menikmati hidup dan menjaga keseimbangan ini adalah filosofi sederhana namun mendalam yang selalu dipegangnya: mengerti kata ‘Cukup’.
“Meskipun saya orangnya ambisius,” akunya, “tapi satu yang selalu saya tanamkan dalam diri: mengerti kata Cukup membuat saya selalu bersyukur dalam keadaan apapun.”
Filosofi inilah yang menjadi kompasnya, mengingatkan untuk selalu melihat berkat yang ada, menghargai pencapaian, dan tidak terjebak dalam keinginan tanpa batas, sehingga rasa syukur tak pernah lekang.
Memandang ke depan, harapan Erlin jelas dan penuh doa: kesehatan bagi dirinya dan seluruh keluarga besarnya, kemajuan karir yang semakin meningkat sehingga target-target terpenuhi, serta peningkatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia juga berharap bisa senantiasa berada dalam lingkungan sosial yang baik, yang mendukung pertumbuhan positif.

Untuk mewujudkan harapan itu dan menghadapi lika-liku hidup, Erlin punya pesan berharga yang lahir dari pengalamannya:
“Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan meningkatkan potensi diri.
Apapun yang terjadi, masalah pasti menghampiri, tapi jangan goyah. Hadapi semua, dan perlahan pasti akan terlewati.”
Source image: erlin








