dr. Vania Syarira: Menjalani Peran sebagai Ibu, Dokter, dan Perempuan yang Terus Bertumbuh

Nosel.id Jakarta- Vania Syarira lahir dan besar di Jakarta. Sejak kecil, kehidupannya sudah lekat dengan dinamika kota besar yang serba cepat dan penuh aktivitas.

Berbeda dengan mereka yang tumbuh di kota kecil dengan suasana alam yang tenang, Vania menghabiskan masa kecilnya di tengah hiruk pikuk kehidupan urban. Namun justru di situlah ia belajar beradaptasi dengan ritme kehidupan yang dinamis.

Meski hidup di kota besar, Vania tetap merasakan kehangatan keluarga yang menjadi fondasi penting dalam hidupnya.

Dukungan dari orang-orang terdekat membuatnya mampu melangkah dan membangun perjalanan hidup dengan penuh keyakinan.

Saat ini, Vania menjalani profesinya sebagai dokter umum sekaligus tengah menempuh pendidikan spesialis di bidang Ilmu Penyakit Dalam.

Perjalanan untuk menjadi seorang dokter spesialis tentu bukan hal yang mudah. Pendidikan residensi menuntut dedikasi tinggi, waktu yang panjang, serta kesiapan mental dan fisik.

Dalam kesehariannya saat menjalani pendidikan, rutinitas Vania hampir sama seperti seorang mahasiswa yang juga bekerja di lapangan.

Ia harus masuk sejak pagi untuk menangani pasien, mengikuti kegiatan ilmiah, belajar dari berbagai kasus medis, serta menjalani jadwal jaga malam ketika diperlukan.

Namun di tengah perjalanan pendidikan tersebut, Vania juga menjalani peran lain yang tidak kalah penting: menjadi seorang ibu.

Saat ini ia sedang berada dalam masa cuti setelah melahirkan (post partum) sebelum kembali melanjutkan aktivitas residensinya.

Masa cuti ini menjadi waktu yang sangat berharga baginya untuk lebih fokus mengurus anak-anak serta menikmati momen bersama keluarga.

Dalam kesehariannya, Vania membagi waktu antara mengurus anak, berolahraga, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.

Aktivitas sederhana seperti brunch atau lunch bersama keluarga dan sahabat menjadi cara baginya untuk menjaga keseimbangan hidup. Ia juga merasa bersyukur karena memiliki sistem dukungan yang kuat di rumah.

Mulai dari ibunya hingga pengasuh anak yang penuh perhatian, semuanya turut membantu menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan keluarga yang hangat.

Menurut Vania, menjadi seorang ibu sekaligus menjalani pendidikan dokter spesialis memang tidak selalu mudah.

Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu bersama keluarga. Pendidikan yang intens sering kali membuat waktu berkumpul menjadi jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Namun justru karena itulah ia belajar untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Ketika waktu bersama keluarga tersedia, ia berusaha menjadikannya benar-benar berkualitas.

Di balik segala kesibukan dan tantangan yang dihadapi, Vania merasa bersyukur karena ia sedang menjalani sesuatu yang telah lama menjadi impiannya.

Sejak awal, ia memang bercita-cita menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Karena itu, meskipun proses pendidikan sering terasa berat, selalu ada rasa syukur yang menguatkannya setiap hari.

Ia percaya bahwa ketika seseorang berada di jalan yang sesuai dengan panggilan hatinya, setiap tantangan akan terasa lebih bermakna.

Dalam menjalani kehidupan yang penuh berbagai peran, Vania memiliki satu prinsip sederhana yang selalu ia ingat:

Try to enjoy and cherish every bit of the life you once dreamed of.”

Menurutnya, hidup mungkin tidak selalu berjalan sempurna. Akan selalu ada rintangan, kesulitan, dan berbagai tantangan yang datang. Namun setiap proses tersebut sebenarnya membawa kita semakin dekat pada tujuan yang sudah kita impikan.

Selain itu, Vania juga memiliki harapan besar bagi dirinya dan bagi banyak orang di sekitarnya. Ia berharap setiap orang dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesama.

Baginya, menjadi orang baik bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang kehadiran yang tulus bagi orang lain. Tentang memilih kebaikan bahkan ketika itu bukan pilihan yang paling mudah.

Tentang memberi tanpa menghitung balasan, membantu tanpa mencari pengakuan, dan hadir ketika orang lain membutuhkan.

Karena pada akhirnya, nilai seseorang tidak diukur dari seberapa sempurna dirinya, tetapi dari seberapa tulus ia membawa kehangatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Melalui perjalanan hidupnya sebagai seorang dokter, ibu, dan perempuan yang terus belajar, Vania juga ingin menyampaikan pesan kepada siapa pun yang sedang berjuang menjalani proses hidup.

Hidup tidak selalu mudah. Akan ada kegagalan, kekecewaan, dan momen ketika langkah terasa sangat berat. Namun dalam keadaan seperti itu, satu hal yang paling penting adalah tetap bergerak maju.

Terus mencoba.
Terus berdoa.
Dan terus hadir untuk diri sendiri.

Karena menjadi versi terbaik dari diri kita bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi tentang tidak pernah memilih untuk tetap terjatuh.

Just keep moving forward, even when it’s hard.
Because becoming the best version of you isn’t about never falling—
it’s about never choosing to stay down.”

 

Source image: dr Vania Syarira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *