Nosel.id Jakarta- Rifa Luthfiah berasal dari Puruk Cahu, sebuah kota di Kalimantan Tengah yang menjadi saksi perjalanan masa kecil hingga bangku SMA-nya.
Di kota inilah Rifa tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh cinta, sebuah fondasi kuat yang membentuk keteguhan hati, empati, dan semangat belajarnya hingga hari ini.
Puruk Cahu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang awal yang menanamkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan dukungan keluarga yang tak tergantikan.
Saat ini, Rifa tengah menjalani kesibukan utamanya sebagai dokter muda (coass).
Hari-harinya diisi dengan belajar tanpa henti, berinteraksi langsung dengan pasien, serta bekerja dan tumbuh bersama teman-teman seperjuangan di rumah sakit.
Baginya, fase co-ass adalah perjalanan yang sangat manusiawiz penuh dinamika emosi.
Ada rasa lelah, ada tangis, namun juga ada kebahagiaan yang tulus.
Bertemu pasien, berjumpa dengan orang-orang baik di lingkungan rumah sakit, serta merasakan makna dari ilmu yang diterapkan langsung, menjadi sumber kebahagiaan yang membuatnya tetap menikmati setiap proses.

Rifa tidak menutup mata bahwa perjalanan ini tidak selalu mudah. Lika-liku coass kerap menguras fisik dan mental.
Namun, ia memilih menjalaninya dengan hati yang terbuka. Setiap tangis adalah bagian dari pembelajaran, dan setiap tantangan adalah proses pendewasaan.
Baginya, menikmati proses adalah cara terbaik untuk bertahan dan terus melangkah dengan bahagia.
Harapan Rifa sederhana namun penuh makna. Ia ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya dan melihat setiap doa baiknya terwujud satu per satu.
Lebih dari itu, Rifa menyimpan doa yang paling dalam untuk kedua orang tuanya: Abah dan Mama agar kelak dapat menyaksikan dirinya sukses dan menjadi kebanggaan keluarga serta orang-orang terdekat.
Ia juga berharap selalu berada di lingkungan yang sehat dan baik, dengan ilmu yang terus berkembang serta perjalanan karier yang dimudahkan hingga masa depan.

Sebagai penutup, Rifa membagikan pesan reflektif yang menjadi pengingat bagi siapa pun yang sedang berproses:
“Terimalah bagian dirimu yang belum sempurna, karena di sanalah letak ruang bertumbuh.”
Melalui kisahnya, Rifa Luthfiah mengajarkan bahwa mimpi besar bisa lahir dari kota kecil, dan proses panjang.
Meski melelahkan akan selalu bermakna ketika dijalani dengan hati, ketulusan, dan rasa syukur.
Source image: Rifa Luthfiah








