dr. Ria Lestari, Sp.KO: Ketika Ilmu Kedokteran Bertemu Kekuatan Tubuh dan Ketekunan

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Jakarta, Dr. Ria Lestari tumbuh di tengah dinamika kota yang tak pernah benar-benar berhenti bergerak.

Jakarta bukan kota yang selalu memberi kenyamanan; ritmenya cepat, tuntutannya tinggi, dan tekanannya nyata.

Namun justru dari lingkungan itulah ia belajar banyak tentang kemampuan beradaptasi, kedisiplinan, serta ketahanan mental.

Dalam keluarga yang sederhana, nilai-nilai hidup yang kuat telah ditanamkan sejak kecil.

Tanggung jawab, kerja keras, serta kepedulian terhadap orang lain menjadi fondasi yang membentuk karakter dirinya hingga hari ini. Nilai-nilai itu pula yang kemudian membawanya memilih jalan pengabdian di dunia kedokteran.

Kini, Dr. Ria Lestari dikenal sebagai seorang Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (Sp.KO) yang memiliki fokus pada peningkatan performa tubuh, pencegahan cedera, serta edukasi kesehatan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based medicine.

Baginya, ilmu kedokteran olahraga bukan sekadar teori medis yang dipelajari di ruang kuliah atau dibaca di jurnal ilmiah. Ilmu tersebut harus hidup dalam praktik dan pengalaman nyata.

Aktivitasnya yang kini aktif di dunia lari, gym, hingga kompetisi HYROX bukanlah sekadar gaya hidup atau tren kebugaran. Semua berawal dari niat sederhana: ia ingin menjadi dokter yang benar-benar memahami apa yang dirasakan pasiennya.

Bagi Dr. Ria, seorang dokter tidak cukup hanya memberi program latihan atau rehabilitasi dari balik meja konsultasi.

Ia ingin merasakan sendiri prosesnya, rasa lelah saat latihan, tantangan menjaga konsistensi, hingga perjuangan mental ketika tubuh hampir menyerah.

Dari pengalaman itulah ia semakin jatuh cinta pada dunia endurance dan strength training.

Seiring waktu, olahraga tidak lagi hanya menjadi aktivitas tambahan dalam kehidupannya.

Ia telah menjadi bagian dari identitas dirinya, sebuah cara untuk melayani, menginspirasi, dan membantu orang lain memahami tubuh mereka dengan lebih baik.

Dalam perjalanan itu, tentu ada banyak suka dan duka yang menyertai. Kebahagiaan terbesar baginya adalah melihat perkembangan orang-orang yang ia dampingi mereka yang awalnya merasa tidak mampu, kemudian perlahan menemukan kekuatan baru dalam dirinya.

Ia juga merasakan sendiri bagaimana tubuh yang dilatih dengan benar tidak hanya menjadi lebih kuat secara fisik, tetapi juga membentuk mental yang lebih tangguh.

Namun di balik semua itu, tantangan juga tidak sedikit. Kelelahan fisik dan mental menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Ia harus menjaga keseimbangan antara berbagai peran dalam hidupnya: sebagai dokter, ibu, istri, sekaligus seorang atlet. Ada kalanya ia juga harus menahan diri untuk tidak berlatih berlebihan, karena memahami batas tubuh adalah bagian penting dari kesehatan.

Meski demikian, Dr. Ria memandang setiap tantangan dengan perspektif yang berbeda. Ia percaya pada satu prinsip sederhana yang selalu ia pegang:

To suffer is a privilege.”

Bagi dirinya, rasa lelah dan perjuangan adalah tanda bahwa seseorang masih diberi kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Di tengah semua kesibukan dan perjalanan kariernya, doa dan harapan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Ia berharap keluarganya selalu berada dalam perlindungan Tuhan, serta dirinya tetap mampu menjadi pribadi yang rendah hati namun membawa dampak positif bagi banyak orang.

Ia juga berharap perjalanan kariernya tidak hanya berujung pada kesuksesan semata, tetapi juga memiliki makna yang lebih besar, menjadi sarana untuk membantu orang lain pulih, bangkit, dan memahami bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki diri.

Satu pesan yang selalu ingin ia sampaikan kepada siapa pun yang membaca kisahnya adalah bahwa perjalanan menuju perubahan tidak harus dimulai dari kesempurnaan.

Kamu tidak harus jadi hebat untuk mulai. Tapi kamu harus mulai untuk jadi hebat.”

Menurutnya, perubahan besar tidak datang dari satu latihan luar biasa, melainkan dari konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari.

Tubuh manusia akan merespons dengan baik ketika diperlakukan dengan benar, dilatih dengan disiplin, dan dijaga dengan penuh kesadaran.

Karena itu, ia selalu mengingatkan:

Rawat tubuhmu.
Latih dengan benar.
Dan jangan menunggu sakit untuk mulai peduli.

Sebab pada akhirnya, kekuatan bukan hanya tentang seberapa keras kita berlatih, tetapi tentang bagaimana kita menjaga tubuh agar tetap mampu berjalan jauh dalam perjalanan hidup.

Strong dulu, baru long.”

 

Source image: dr. Ria Lestari, Sp.KO

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *