Nosel.id Jakarta– Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan bagi Diniy.
Kota yang dikenal sebagai gerbang Kalimantan itu menghadirkan pengalaman masa kecil yang sulit dilupakan. Sebagai kota transit dengan masyarakat yang berasal dari beragam suku dan budaya, Balikpapan mengajarkannya arti menghargai perbedaan dan mudah beradaptasi dengan siapa saja.
Namun, kenangan paling berkesan justru berasal dari masa kecilnya yang dihabiskan di kawasan yang masih dekat dengan alam.
Diniy tumbuh di lingkungan yang masih asri, tempat di mana bermain di hutan, memancing di sungai, hingga mencari buah-buahan menjadi aktivitas sehari-hari yang penuh kebahagiaan.
“Buat saya, masa kecil itu benar-benar menyenangkan. Main di alam, memancing, mencari buah, semuanya jadi pengalaman yang sampai sekarang masih saya ingat,” kenangnya.
Kedekatan dengan alam membentuk dirinya menjadi pribadi yang aktif, terbuka, dan senang mencoba hal-hal baru. Karakter itulah yang kemudian membawanya menapaki berbagai pengalaman dalam dunia kerja.
Saat ini Dini menekuni dunia kosmetik dengan membangun brand lip tint miliknya sendiri.
Sebelum menjalankan usaha tersebut, ia pernah berkarier di sebuah klinik kecantikan sebagai sales associate, kemudian dipercaya berpindah divisi ke bidang food and beverage (F&B) untuk mengawasi jalannya operasional agar berjalan dengan baik dan sesuai standar.
Dalam peran itu, Diniy bertanggung jawab memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.
Pengalaman tersebut mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta membangun hubungan yang baik dengan banyak orang.
“Aku memang tipe orang yang mudah akrab dengan orang baru. Buatku, komunikasi yang baik selalu jadi kunci untuk membangun hubungan dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Selain menjalankan bisnis dan aktivitas pekerjaan, Diniy juga kerap menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak melalui sistem barter untuk mendukung promosi maupun pengembangan usahanya. Baginya, membangun relasi adalah salah satu cara terbaik untuk terus berkembang.
Di balik kesibukannya, Diniy mengakui bahwa tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Sebagai pribadi yang aktif dan senang mengerjakan banyak hal, rasa lelah terkadang tidak bisa dihindari.
“Kadang badan memang capek, apalagi kalau aktivitas lagi padat. Tapi selama masih bisa dijalani dan dinikmati, semuanya terasa sepadan,” katanya sambil tersenyum.
Ketika memiliki waktu luang, Diniy memilih mengisi energinya dengan bepergian ke tempat-tempat baru. Baginya, perjalanan bukan sekadar liburan, tetapi juga cara menyegarkan pikiran, menemukan inspirasi, dan menikmati keindahan yang ada di sekitar.
Di tengah berbagai aktivitas dan impian yang sedang dibangun, harapan Diniy sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya ingin dirinya dan orang-orang yang dicintainya selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.
Menurutnya, kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Bisa berkumpul bersama keluarga, menjalani pekerjaan dengan hati yang tenang, serta memiliki tubuh yang sehat sudah menjadi anugerah yang sangat berharga.
Menutup kisahnya, Diniy membagikan pesan yang lahir dari pengalaman hidupnya. Ia percaya bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan hal itu bukan sesuatu yang harus ditakuti.
“Hidup terus berjalan. Benar dan salah itu hal yang biasa.
Justru terkadang kita harus merasakan salah dulu supaya bisa belajar, menjadi lebih kuat, dan terus maju.”
Perjalanan Diniy menjadi pengingat bahwa hidup bukan tentang menjadi sempurna sejak awal.
Keberanian untuk mencoba, belajar dari kesalahan, dan terus melangkah adalah bekal yang akan membawa seseorang menuju versi terbaik dari dirinya sendiri.
Source image: Diniy
