Dinda Briana, Perempuan Tidak Harus Berhenti Bermimpi Hanya karena Status atau Peran Baru dalam Hidup.

Nosel.id Jakarta- Bagi Dinda Briana, hidup adalah perjalanan penuh kejutan yang sering kali datang tanpa direncanakan.

Lahir dan besar di kota Gresik, Dinda tidak pernah membayangkan dirinya akan dikenal sebagai seorang fashion content creator.

Dunia fashion dan media sosial awalnya bukanlah cita-cita atau mimpi yang ia susun sejak kecil.

Namun justru dari perjalanan hidup yang sederhana, ia menemukan ruang baru untuk bertumbuh dan berekspresi.

Kini, di tengah perannya sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengurus keluarga dan buah hati, Dinda menikmati kesehariannya sebagai fashion content creator dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Jujur, jadi fashion content creator itu sama sekali nggak pernah terlintas di bayangan aku. Tapi hidup selalu punya kejutan,” ungkapnya.

Di balik rutinitas rumah tangga yang padat, Dinda menemukan cara untuk tetap menjadi dirinya sendiri.

Kamera, outfit, warna, dan sentuhan estetik menjadi media yang membantunya menyalurkan kreativitas.

Baginya, fashion bukan hanya tentang pakaian atau tren yang sedang populer, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa mengekspresikan diri dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Fashion itu lebih dari sekadar baju. Fashion adalah caraku berekspresi dan menunjukkan siapa kita lewat perpaduan warna dan kenyamanan. It’s about feeling good while looking good,” katanya.

Kecintaannya terhadap dunia visual sebenarnya sudah tumbuh sejak lama. Sejak SMA, Dinda memang gemar mengedit foto dan mengabadikan berbagai hal yang menurutnya estetik.

Mulai dari outfit, makanan, hingga detail-detail sederhana dalam kehidupan sehari-hari selalu menarik perhatiannya.

Bagian editing menjadi salah satu proses yang paling ia nikmati. Bermain dengan tone warna, pencahayaan, hingga menghasilkan foto dengan nuansa yang sesuai dengan karakternya memberikan kepuasan tersendiri bagi Dinda.

“Foto yang aku post itu benar-benar hasil dari apa yang aku suka dan apa yang menurut aku estetik buat dipandang. Simple, tapi senang rasanya bisa abadikan momen dengan cara aku sendiri,” ujarnya.

Sebagai ibu muda, Dinda juga menyadari masih banyak pandangan yang menganggap pernikahan dan kehadiran anak bisa membatasi ruang gerak perempuan.

Namun ia memilih melihatnya dari sudut pandang berbeda. Baginya, keluarga justru menjadi sumber semangat terbesar untuk terus berkembang dan berkarya.

Banyak yang mengira jadi ibu muda itu membatasi, tapi buat aku justru sebaliknya. Support system terbaik itu datang dari rumah,” katanya.

Dukungan dari keluarga membuatnya semakin percaya diri menjalani dua peran sekaligus: sebagai ibu rumah tangga dan content creator.

Meski kesehariannya sangat sibuk, Dinda mengaku menikmati semua prosesnya. Rutinitasnya dipenuhi dengan membagi waktu antara mengurus rumah, menemani anak, hingga mencari inspirasi konsep foto dan membuat konten.

Ia adalah tipe pribadi yang sulit diam. Saat memiliki waktu luang, Dinda lebih senang mencari inspirasi outfit, styling, atau ide visual baru untuk konten berikutnya.

Baginya, berkarya bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah berbagai peran dalam hidup.

Yang paling penting buat aku bukan seberapa banyak kerjaan yang selesai, tapi gimana aku tetap happy, bermanfaat buat keluarga, dan masih punya ruang untuk terus berkarya,” jelasnya.

Di balik semua aktivitasnya, Dinda percaya bahwa perempuan tetap bisa sukses dalam karier tanpa kehilangan esensi perannya di dalam keluarga.

Menurutnya, keduanya bukan sesuatu yang harus dipilih salah satu, melainkan bisa berjalan berdampingan dan saling melengkapi.

Aku menikmati peranku sebagai ibu sambil tetap memberi ruang bagi diriku untuk terus tumbuh.

Keduanya membawa kebahagiaan tersendiri di setiap langkah hidup aku,” tuturnya.

Lewat perjalanan hidupnya, Dinda Briana ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak harus berhenti bermimpi hanya karena status atau peran baru dalam hidup.

Sebab menjadi ibu bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari versi diri yang lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih bermakna.

 

Source image: Dinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *