Nosel.id Jakarta- Depok dikenal sebagai kota yang asri, ramah, dan penuh cerita-cerita unik yang kerap memancing senyum.
Dari kota inilah Cantika Ratna memulai langkahnya, seorang perempuan yang sejak kecil sudah menyimpan mimpi besar untuk berdiri di dunia seni peran dan musik.
Mimpi itu bukan hadir tiba-tiba. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Cantika pernah terpilih untuk mengikuti proses casting sebuah film.
Sayangnya, kala itu orang tua belum mengizinkan.
Namun alih-alih memadamkan semangat, pengalaman tersebut justru menanamkan tekad kuat dalam dirinya: suatu hari, ia harus bisa menjadi seorang artis.
Kesempatan mulai terbuka ketika Cantika menginjak bangku SMK.
Ia memberanikan diri terjun ke dunia hiburan sebagai figuran. Langkah kecil itu menjadi pintu awal perjalanan panjangnya.
Dari satu peran ke peran lain, dari satu pengalaman ke pengalaman berikutnya, Cantika perlahan membangun jam terbang hingga akhirnya dipercaya tampil dalam berbagai judul FTV dan sinetron.

Beberapa karya yang pernah dibintanginya antara lain FTV “Cinta Terhalang Palang Pintu” dan sinetron “Cinta Cinderella”, serta masih banyak judul lainnya yang menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Baginya, setiap peran besar maupun kecil selalu punya arti dan pelajaran tersendiri.
Tak hanya di dunia akting, Cantika juga menantang dirinya di bidang musik.
Berawal dari pengalaman sebagai talent video klip, ia terdorong untuk menciptakan karya sendiri.
Tantangan itu berbuah manis ketika ia berhasil menulis lagu berjudul “Terjebak Salah Mu”.
Lagu tersebut dinyanyikan oleh rekannya, dengan proses produksi musik yang digarap bersama Bosq, seorang influencer sekaligus YouTuber musik.
Sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kreativitas Cantika terus berkembang lintas bidang.
Dalam menjaga kreativitas, Cantika memegang prinsip sederhana namun kuat: konsisten dan menghargai setiap pencapaian yang sudah diraih.
Ia menyadari bahwa perjalanan di industri hiburan tak selalu mulus.
Ada kegagalan, ada peran yang batal karena pergantian pemain, ada karakter yang dinilai kurang pas.
Namun semua itu tak membuatnya surut. Justru sebaliknya, kegagalan menjadi bagian dari proses pendewasaan diri dan penguatan mental.
“Lebih banyak sukanya, karena ini memang yang aku mau,” ungkapnya.
Kalimat itu mencerminkan bagaimana Cantika memandang profesinya bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.

Di akhir ceritanya, Cantika Ratna menitipkan pesan sederhana namun penuh makna, khususnya bagi generasi muda yang sedang mengejar mimpi:
“Kejar lah cita-cita kamu, jangan pernah menyerah, dan tidak ada kata tidak mungkin sebelum mencoba sampai akhir.”
Dari Depok menuju layar kaca, kisah Cantika Ratna adalah potret tentang mimpi yang dirawat dengan kesabaran, keberanian, dan keyakinan bahwa selama mau melangkah, harapan selalu punya jalan.
Source image: Cantika








