Nosel.id Jakarta- Awaliah lahir di Serang, Banten, namun perjalanan hidup membawanya tumbuh besar di pangkuan sang nenek.
Sejak usia dua bulan, orang tuanya berpisah, dan sejak saat itu nenek menjadi sosok utama yang menuntunnya bertumbuh.
Dibimbing dengan kasih sayang yang tulus, masa kecil Awaliah justru penuh warna: bahagia, hangat, dan tanpa kekurangan cinta.
Kini ia tinggal dan bekerja di Bekasi sebagai buruh pabrik.
Pekerjaan dengan sistem shift memang tidak mudah, ada banyak lelah dan duka yang kerap datang, namun Awaliah tetap menjalaninya dengan senyum dan keikhlasan.
Baginya, bekerja adalah bagian dari perjuangan untuk hidup mandiri, dan ia belajar untuk menikmati proses meski tidak selalu nyaman.
Di balik rutinitas pabrik yang melelahkan, Awaliah adalah perempuan yang selalu tertarik mencoba hal-hal baru.

Ia mudah terpikat pada tantangan, bahkan yang terasa sedikit ekstrem baginya.
Ada keberanian dan rasa ingin tahu yang membuat hidupnya tidak pernah terasa monoton.
Waktu senggang yang sempit tidak membuatnya berhenti berkembang; justru menjadi ruang kecil untuk eksplorasi diri.
Awaliah menapaki hidup dengan satu kunci sederhana: syukur.
Ia percaya bahwa setiap orang membawa kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Maka, yang bisa ia lakukan adalah menerima hidup sebaik mungkin, tetap ikhlas menghadapi cobaan, dan mendoakan agar rezeki dan langkahnya selalu dimudahkan.
Ia tidak merasa perlu memberi pesan panjang.
Bagi Awaliah, hidup itu dijalani saja, dengan semangat, ketulusan, dan rasa syukur.
Karena selama masih mau berusaha dan tetap percaya pada diri sendiri, selalu ada harapan bahwa hari esok bisa lebih baik daripada hari ini.
Source image: Awaliah








