Arfi,an: SMK Mampu Sebagai Alur Supply Chain & Target Proyek 2 Milyar .

Oleh: Arfi,an Fuadi.

Nosel Salatiga- Alhamdulillah project “Battle of TeFa” sudah sampai di bulan ke sembilan. Kemarin kami mengadakan rapat akhir tahun untuk me-review perjalanan selama sembilan bulan ini, sekaligus menentukan target tahun depan. Meeting nya sederhana dan biasa saja sih, akan tetapi yang dibahas sangat luar biasa.

Program ini kami laksanakan intens di 3 SMK di Kota Salatiga, yakni SMK Saraswati, SMK N 2 Salatiga, dan SMK Muhammadiyah Salatiga. Kami develop  product-product inovasi di SMK-SMK tersebut. 100% hasil buah fikir dan inovasi anak-anak bangsa.

Alhamdulillah manfaatnya sangat banyak, walaupun resikonya juga lumayan. Tapi overall hasilnya bagus. Manfaatnya beragam, mulai dari pertumbuhan teknikal skill dan jam terbang baik guru atau siswa serta kemampuan managerial baik guru atau siswa bisa naik secara signifikan.

Target tahun depan, rata-rata project yang dikerjakan di 3 SMK ini bisa mencapai 2 milyar per bulan.

Yang jelas, para guru yang merapat kemarin, luar biasa! Semangatnya dalam menghadapi challenge sangat mantap. Dan yang jelas konsisten dan sangat berkomitmen.

Disini, kami melihat opportunity yang sangat besar. Opportunity untuk membangun Indonesia dengan teknologi, lewat SMK-SMK ini. Mimpi kami menjadi tinggi. Menjadikan SMK-SMK ini sebagai alur supply chain dari product-product teknologi.

Sebagai contoh, mungkin Honda sebagai manufacturer motor, tidak akan tumbuh sebesar ini kalau tidak didukung adanya supply chain part-part otomotif seperti Nissin, Tokico (brake/system pengereman), Showa-Kayaba (shock-absorber), Enkei (velg), dan masih banyak lagi…

Jika kita bermimpi mempunyai industry otomotif atau alat transportasi lokal, harus ada entity yang mengerjakan (baik proses inovasi maupun manufacturing) dari product-product pendukung tersebut, berikut supply chain nya.

Dan kami melihat, SMK dan perguruan tinggi vokasi, mempunyai kesempatan yang besar untuk bisa mengerjakannya.

Sekarang bukan jamannya lagi SMK hanya “merakit” barang-barang dari China, terus kita sebut “made in Indonesia”, bikinan anak-anak SMK.

Alur inovasi harus jelas. Product-product itu di inovasikan dimana, harus kita telusur, karena disitulah nilai ekonomi dan nilai manfaat terbesar.

Proses inovasi, harus dilakukan di Indonesia, oleh pemuda-pemudi Indonesia.

Jika Indonesia belum ada yang ber-inovasi sekaligus membangun supply chain dan memanufacturing product-product turunan dari alat transportasi tersebut, maka akan hampir tidak mungkin untuk menjadikan Indonesia mandiri alat transportasi.

Sebanyak apapun merek motor atau mobil nantinya jika Indonesia belum punya Nissin, Tokico, Enkei, Showa, Kayaba versi Indonesia sendiri, kita akan sekedar menjadi object inovasi, bukan sebagai subject inovasi. Nilai ekonomi dan manfaat yang didapatkan juga tidak akan besar.

Jika semangat para guru-guru ini menular ke banyak SMK lain, Kami percaya, mobil atau motor ESEMKA yang benar-benar di inovasikan di Indonesia akan segera hadir. Versi listrik tentunya.

Bismillah, semangat dan gass poll pokoknya.

Salam vokasi, Salam inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *