Nosel.id Jakarta- Ada kehangatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika seseorang lahir dan tumbuh di Timur Indonesia.
Anggun Bobo adalah salah satu yang merasakannya.
Saat ini ia menetap dan berkarya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, tanah yang baginya bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah yang penuh cinta, toleransi, dan nilai kekeluargaan yang begitu kuat.
Meski masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di Nusa Tenggara Barat, Anggun kerap bolak-balik ke NTT. Dari sanalah ia belajar satu hal penting: ketulusan orang-orang Timur.
Di NTT, perbedaan suku dan agama bukanlah jarak, melainkan jembatan.
Bahkan dengan orang yang baru pertama kali ditemui, kehangatan dan rasa kekeluargaan terasa begitu nyata.

“Ketulusan orang-orang di Timur itu nggak ada lawannya,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Saat ini, Anggun bekerja sebagai marketing di salah satu bank swasta nasional.
Ia bukan seorang model—meski mengaku hanya gemar swaselfi, namun kepercayaan dirinya tumbuh dari hal yang lebih dalam: keberanian bertemu manusia, mendengar cerita, dan membuka diri pada pengalaman baru.
Pekerjaan di dunia marketing sangat selaras dengan passion-nya. Setiap hari adalah ruang belajar.
Bertemu banyak karakter, menyerap kisah hidup yang beragam, dan memperluas relasi menjadi bagian dari proses pendewasaan dirinya.
Dari orang-orang dengan latar belakang berbeda, Anggun menemukan pelajaran hidup yang sering kali “wow” dan tak ternilai.
Namun, perjalanan ini tentu tidak selalu mulus.
Ia menyadari bahwa tidak semua orang bisa menerima kehadiran seorang marketing dengan tangan terbuka.
Ada penolakan, ada prasangka, dan ada situasi yang menguji mental. Tapi justru di situlah Anggun belajar tentang keteguhan hati, bagaimana tetap profesional tanpa kehilangan empati, dan tetap ramah tanpa mengorbankan harga diri.
Di tengah dinamika hidup dan pekerjaan, Anggun menyimpan doa yang sederhana namun tulus.
Ia berharap orang-orang baik di luar sana terus bersinar di panggung dunia, sukses dalam karier dan keluarga, serta selalu dikelilingi cinta dan kebahagiaan.
Doa yang mencerminkan jiwanya: lembut, inklusif, dan penuh harapan.
Untuk para pembaca di seluruh Indonesia, Anggun menitipkan pesan yang ia yakini sebagai pegangan hidup:

“Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan bekerja keras untuk mencapainya.
Karena dengan kerja keras, doa, dan keyakinan, kita bisa mencapai apa saja yang kita inginkan.”
Di tengah dunia yang kerap terasa keras dan tergesa-gesa, kisah Anggun Bobo mengingatkan kita bahwa ketulusan, kerja keras, dan iman pada mimpi adalah kombinasi yang tak pernah usang.
Dari Timur Indonesia, ia melangkah pelan namun pasti, menyapa dunia dengan hati yang hangat dan keyakinan yang kuat.
Source image; anggun








