Nosel.id Jakarta- Berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Nurul Aliyah Khatimah tumbuh di daerah yang dikenal dengan keindahan alamnya yang memikat dunia.
Bulukumba bukan hanya terkenal sebagai daerah dengan budaya maritim yang kuat, tetapi juga memiliki salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia, yaitu Pantai Bira dengan pasir putihnya yang lembut dan panorama laut yang memukau.
Di tempat yang indah itulah Nurul menghabiskan masa kecilnya, tumbuh di tengah keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang.
Nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, serta rasa syukur menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak dini.
Seiring berjalannya waktu, kehidupan membawa Nurul pada dunia profesional. Saat ini ia bekerja di Pegadaian, menjalani aktivitasnya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Bagi Nurul, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari proses belajar dan berkembang dalam kehidupan. Ia percaya bahwa setiap langkah yang dijalani dengan niat baik akan membawa seseorang pada pengalaman dan kesempatan baru.
Di tengah kesibukannya bekerja, Nurul menemukan satu hobi yang kini menjadi bagian penting dari hidupnya: berlari.
Awalnya, ketertarikannya pada olahraga lari muncul karena rasa penasaran dan mengikuti tren yang sedang populer atau yang sering disebut sebagai fear of missing out (FOMO).
Namun siapa sangka, dari sekadar mencoba, lari justru berubah menjadi aktivitas yang benar-benar ia cintai.
“Awalnya cuma ikut-ikutan saja, tapi lama-lama dijalani, ternyata jadi suka,” ungkapnya.
Bagi Nurul, lari bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang menemukan tantangan baru dalam diri.
Setiap langkah yang ditempuh, setiap kilometer yang diselesaikan, menjadi cara untuk menguji batas kemampuan diri.

Ia juga mulai aktif mengikuti berbagai event lari. Dari sana, ia merasakan pengalaman yang lebih luas bertemu banyak orang dengan semangat yang sama, merasakan atmosfer kompetisi yang sehat, hingga meraih medali sebagai simbol pencapaian.
“Yang paling menyenangkan itu ketika ikut event lari, bisa kenal banyak orang. Selain itu, dapat medali juga jadi kebanggaan tersendiri. Tapi yang paling penting adalah kita jadi tahu sejauh mana kemampuan diri kita,” katanya.
Namun seperti perjalanan hidup pada umumnya, hobi berlari juga tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya tubuh merasa lelah, bahkan rasa sakit pun datang menghampiri. Salah satu tantangan yang sering ia rasakan adalah nyeri atau encok di pergelangan kaki setelah berlari dalam jarak tertentu. Meski begitu, ia menghadapinya dengan santai dan penuh humor.
“Dukanya paling kalau sudah mulai encok di pergelangan kaki,” ujarnya sambil tertawa.
Bagi Nurul, tantangan-tantangan kecil itu justru menjadi bagian dari proses yang membuatnya semakin kuat. Ia percaya bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, memiliki makna dan pelajaran.
Ke depan, Nurul memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia berharap segala hal yang sedang dijalani saat ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa kebaikan bagi kehidupannya. Dengan doa dan usaha, ia ingin terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
“Semoga apa yang dilakukan dan apa yang terjadi sekarang semuanya dilancarkan dan bisa semakin sukses. Amin,” tuturnya penuh harap.
Di balik semangatnya menjalani kehidupan, Nurul juga memegang satu prinsip yang selalu ia ingat. Sebuah pesan sederhana tentang kerendahan hati yang menurutnya sangat penting untuk dijaga oleh siapa pun.
“Jangan pernah menganggap dirimu tinggi. Pohon yang tinggi saja bisa tumbang. Belajarlah melihat dari bawah agar kita tahu bagaimana cara menghargai.”

Pesan tersebut bukan sekadar kata-kata, tetapi refleksi dari cara Nurul memandang kehidupan. Bahwa keberhasilan tidak boleh membuat seseorang lupa diri, dan bahwa menghargai orang lain adalah bagian penting dari perjalanan menuju kedewasaan.
Melalui langkah-langkah kecil dalam lari dan kehidupan, Andi Nurul Aliyah Khatimah menunjukkan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari hal-hal besar.
Terkadang, ia hadir dari keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk terus berjalan, dan kerendahan hati untuk selalu belajar dari setiap pengalaman.
Source image: Andi nurul






