Nosel.id Jakarta- Lahir di Bandung dan besar di Bintaro, Amila Furlong tumbuh dengan memori yang hangat tentang sebuah kota yang selalu terasa seperti rumah.
Di sanalah ia melewati masa sekolah, merasakan suka duka remaja, hingga akhirnya menikah dan membangun keluarga.
“Bintaro selalu jadi tempat paling familiar buat aku,” ujarnya. “Semua kenangan masa kecil ada di sana.”
Perjalanan hidup kemudian membawanya ke babak baru, berpindah ke Bali, tanah yang kini menjadi ruang tumbuh bagi keluarga kecilnya.
Saat ini, Amila berperan sebagai ibu rumah tangga. Peran yang menurutnya sederhana namun begitu berharga.
Di tengah kesibukannya mengurus rumah dan anak-anak, ia menemukan sebuah kegiatan baru yang tanpa disangka menjadi passion: padel.
“Awalnya cuma coba-coba buat isi waktu. Eh, ternyata seru banget! Bisa olahraga sambil ketemu orang baru juga,” katanya.
Padel bukan hanya menjaga tubuh tetap aktif, tetapi juga membuka jejaring pertemanan yang membuat hari-harinya lebih berwarna.
Selain itu, travel merupakan hobi Amila dan suaminya, kegiatan yang bagi mereka menjadi cara terbaik untuk recharge, menemukan inspirasi, dan menciptakan kenangan baru.
Menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga menurut Amila justru menyimpan lebih banyak suka.

Setiap hari ia menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung momen-momen kecil yang tidak bisa diulang.
Untuk tetap enjoy menjalani hidup, Amila memiliki satu prinsip: keseimbangan.
“Ada waktu untuk rumah, anak, pasangan, teman-teman, dan yang paling penting me time.
Kita harus tetap nge-charge diri sendiri supaya bisa kasih yang terbaik untuk keluarga,” tuturnya.
Bagi Amila, harapan tak harus besar untuk bermakna. Ia hanya ingin keluarganya selalu sehat, rezeki mengalir lancar, dan usaha keluarga berjalan baik.
Yang terpenting, ia ingin terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya baik sebagai istri, ibu, maupun individu.
“Semoga apa pun yang aku kerjakan bisa membawa kebaikan untuk orang-orang di sekitar,” harapnya.
Di akhir obrolan, Amila membagikan pesan yang sangat relevan untuk banyak orang:

“Hidup itu bukan sekadar template: lahir, sekolah, kerja, nikah. Semua punya jalan dan waktunya masing-masing.
Akan ada masa sulit dan masa bahagia, jadi jangan pernah bandingkan perjalananmu dengan orang lain.
Fokus pada prosesmu sendiri, pelan-pelan tapi pasti.”
Source image: amila








