Amanda Muthia: Mengumpulkan 1% Kebaikan Setiap Hari

Nosel.id Jakarta- Bandung bukan hanya kota tempat Amanda Muthia lahir dan tumbuh, tetapi juga kota yang membentuk fondasi karakter dan nilai hidupnya.

Sejak kecil, Amanda dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang.

Sebagai anak pertama, ia mengakui pernah menjadi sosok yang sangat dimanja. Namun, seiring bertambahnya usia, kehidupan mengajarkannya untuk menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Perjalanan hidup Amanda membawanya pada peran yang sering dianggap sederhana, tetapi sesungguhnya sangat mulia: menjadi seorang ibu rumah tangga dan full mom.

Baginya, peran ini bukan sekadar rutinitas domestik, melainkan perjalanan penuh makna yang sarat pembelajaran setiap hari.

Ia percaya bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun menghadirkan kebahagiaan yang tidak ternilai.

Di tengah kesibukan mengurus keluarga, Amanda tetap aktif dan produktif. Ia menjalankan usaha kecil dari rumah sebagai kegiatan sampingan yang memberinya ruang untuk berkembang dan berkarya.

Aktivitas traveling yang kerap terlihat di media sosialnya pun bukan semata liburan, melainkan bagian dari perjalanan mendampingi sang suami dalam membangun dan memperluas branding sebuah brand di berbagai negara.

Dari perjalanan tersebut, Amanda belajar banyak hal tentang budaya, perspektif baru, hingga cara memandang kehidupan dengan lebih luas.

Kesibukan sebagai ibu, istri, sekaligus pelaku usaha membuat hari-harinya padat. Namun, Amanda selalu berusaha menyediakan ruang untuk dirinya sendiri agar tetap bisa belajar dan mencoba hal-hal baru.

Ia memiliki filosofi sederhana yang menjadi pegangan hidupnya: mengumpulkan kebaikan sedikit demi sedikit setiap hari.

Walaupun kita hanya mendapat 1% progres setiap hari, jika dikumpulkan, lama-lama akan menjadi sesuatu yang besar,” ungkapnya.

Bagi Amanda, menikmati hidup bukan berarti selalu memiliki waktu luang, tetapi mampu menemukan makna dalam setiap peran yang dijalani.

Ia percaya bahwa kebahagiaan hadir dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.

Harapan Amanda sederhana namun dalam: ia ingin diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan untuk terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun masyarakat luas.

Melalui kisah hidupnya, Amanda ingin menyampaikan pesan penting kepada siapa pun yang membaca kisahnya: kekuatan terbesar seseorang berasal dari dirinya sendiri.

Tidak ada yang bisa menghancurkan dirimu, kecuali kamu sendiri yang menghancurkannya.

Dan ternyata, kamu bisa menjadi cahaya di kehidupan seseorang yang sedang redup.”

 

 

Source image: Amanda Muthia