Nosel.id Jakarta- Ajeng Nafisya adalah perempuan asli Lampung dari suku Lampung Pepadun, tepatnya berasal dari Tulang Bawang, Kota Menggala.
Meski kini tinggal di Bandar Lampung, kenangan tentang kampung halaman tetap menjadi bagian penting yang membentuk dirinya hingga hari ini.
Sejak kecil ia diajarkan untuk hidup sederhana, menghargai proses, dan selalu bersikap ramah kepada siapa pun. Suasana kampung yang masih asri, adem, dan penuh rasa kebersamaan menjadi hal yang paling ia rindukan.
“Kalau di Menggala itu rasanya semua dekat. Kadang ketemu orang baru ternyata masih ada hubungan saudara juga,” ujarnya sambil tertawa.
Budaya dan adat Lampung yang masih kuat terasa dalam kehidupan sehari-hari membuat Ajeng tumbuh dengan nilai-nilai kekeluargaan yang erat.
Setiap acara keluarga selalu menjadi momen berkumpul yang hangat dan penuh cerita.
Dari lahir hingga SMP, ia menghabiskan masa kecilnya di Menggala, meninggalkan banyak kenangan yang sampai sekarang selalu membuatnya rindu pulang.

Lingkungan itulah yang membentuk Ajeng menjadi pribadi yang rendah hati dan terbuka terhadap siapa pun, tanpa membedakan suku maupun latar belakang.
Perjalanan Ajeng masuk ke dunia pageant pun sebenarnya terjadi tanpa direncanakan. Awalnya, ia hanya memiliki rasa penasaran untuk mencoba hal baru dan mengembangkan diri.
Sebelum terjun ke dunia modeling dan influencer, Ajeng bahkan sempat menjadi pejuang abdi negara. Namun hidup membawanya ke jalan yang berbeda, hingga kini ia dikenal aktif di dunia modeling juga influencer.
Menariknya, Ajeng mengaku dirinya dulu bukan sosok yang percaya diri tampil di depan banyak orang. Semua ia mulai dari proses belajar.
Ia melatih kemampuan public speaking, belajar catwalk, membangun cara membawa diri, hingga mengikuti berbagai kegiatan yang perlahan menguatkan mentalnya.
“Dari situ aku sadar kalau pageant bukan cuma soal penampilan, tapi juga tentang attitude, komunikasi, wawasan, dan bagaimana kita bisa membawa impact positif untuk sekitar,” katanya.
Perjalanan di dunia pageant dan modeling memberikan banyak pengalaman berharga bagi Ajeng. Ia bersyukur bisa bertemu banyak orang hebat, memperluas relasi, belajar hal-hal baru, sekaligus lebih mengenal dirinya sendiri.
Dunia tersebut juga membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan kuat menghadapi tekanan.
Namun di balik semua pencapaian itu, ada proses yang tidak selalu mudah. Ajeng juga pernah merasakan lelah secara fisik dan mental, menghadapi overthinking, rasa insecure, hingga kritik dari banyak orang. Tetapi semua itu justru menjadi pelajaran penting yang membuat dirinya terus bertumbuh.
“Setiap tantangan pasti membawa pelajaran. Dari situ aku belajar kalau proses memang tidak selalu mudah, tapi semuanya membuat kita berkembang jadi lebih baik,” ungkapnya.
Ajeng memiliki harapan sederhana namun penuh ketulusan. Ia ingin semua orang selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan dimudahkan dalam meraih mimpi. Ia juga berharap keluarganya selalu harmonis, kariernya terus berkembang, dan rezeki semua orang dilancarkan dengan penuh keberkahan.
Tidak hanya itu, Ajeng juga berharap kehidupan sosial di sekitar semakin dipenuhi rasa peduli dan saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Ia percaya bahwa kebaikan akan datang kepada mereka yang terus berusaha dan tidak berhenti berdoa.
Melalui perjalanan hidupnya, Ajeng ingin menyampaikan pesan kepada siapa pun agar tidak takut memulai dan tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
“Setiap orang punya waktunya masing-masing untuk bertumbuh dan bersinar.
Fokus pada diri sendiri, terus belajar, dan tetap jadi versi terbaik dari diri kita.”

Menurutnya, proses kecil yang dilakukan hari ini bisa menjadi jalan menuju hal-hal besar di masa depan. Karena itu, ia selalu mengajak untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba peluang baru yang mungkin saja menjadi jalan menuju mimpi.
“Be proud of how far you’ve come, and keep believing in how far you can go.”
Sebuah kalimat yang menggambarkan perjalanan Ajeng Nafisya perempuan Lampung yang percaya bahwa keberanian untuk bertumbuh akan selalu membawa seseorang menuju versi terbaik dirinya.
Source image: Ajeng






