Ajeng Anisa Indri Astuti: Belajar Melangkah, Mencintai Alam, dan Menemukan Keyakinan dalam Hidup

Nosel.id Jakarta- Di sebuah sudut tenang di Kota Depok, tepatnya di Tapos, lahirlah Ajeng Anisa Indri Astuti, seorang perempuan yang tumbuh dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Di lingkungan tempatnya tinggal, hampir seluruh tetangga adalah saudara.

Tak heran jika rumah bukan hanya sekadar tempat pulang, tetapi juga ruang nyaman di mana ketentraman dan kedamaian terasa begitu dekat.

Kini, Ajeng adalah mahasiswa aktif di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menginjak semester akhir, ia mulai menemukan ritme baru dalam hidupnya.

Di tengah kesibukan menyelesaikan studi, Ajeng memperkaya harinya dengan beraktivitas di media sosial dan hal yang baru ia temukan: jatuh cinta pada keindahan alam lewat aktivitas hiking.

Awalnya, Ajeng hanya iseng mencoba. Namun sekali merasakan pijakan tanah basah, sejuknya udara pegunungan, dan hamparan pemandangan yang tak tergantikan oleh layar ponsel.

Ia langsung tahu: ini adalah pengalaman yang membuatnya kembali pada dirinya sendiri.

Hiking baginya menjadi ruang jeda dari riuhnya tugas kuliah, sekaligus kesempatan untuk menyaksikan keindahan yang tidak semua orang diberi kesempatan untuk melihatnya secara langsung.

Namun tentu, setiap cinta memiliki tantangan.

Usai pendakian, sering kali ia harus menerima “oleh-oleh”: kaki pegal berminggu-minggu, energi terkuras, dan tak lupa dompet ikut menipis.

Tapi semua itu tak sebanding dengan rasa lega dan syukur yang ia dapatkan saat berdiri di puncak, melihat betapa luas dunia, dan betapa kecilnya masalah yang selama ini mengganggu pikirannya.

Tips menjalani hidup dengan enjoy? Banyak-banyak bersabar dan bersyukur,” kata Ajeng ringan.

Kesederhanaan kalimat itu rupanya mencerminkan prinsip yang ia jalani: bahwa hidup memang tak selalu mulus, tetapi hati yang lapang akan memudahkan langkah seseorang.

Ajeng percaya bahwa tidak ada kesulitan yang datang tanpa membawa pesan.

Baginya, setiap fase berat dalam hidup adalah pintu menuju kebahagiaan yang belum tiba.

Harapannya sederhana namun dalam: semoga semua orang yang sedang berjuang diberi kemampuan untuk bertahan hingga kebahagiaan itu datang.

Dan jika harus merangkum perjalanan hidupnya dalam satu pesan, ia memilih sebuah kalimat yang ia pegang erat:

Jangan pernah takut untuk melangkah karena
اليقين لا يزال بالشك .

Keyakinan akan menghapus segala keraguan.
Dengan optimisme dan keyakinan penuh, hasil baik akan mengikuti.”

Ajeng adalah cerminan anak muda yang tidak takut bereksplorasi, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak takut berjalan pelan asal terus melangkah.

Dari Depok hingga puncak-puncak gunung yang ia daki, ia terus mengumpulkan keyakinan bahwa setiap tapak, sekecil apa pun, akan membawanya menuju versi terbaik dari dirinya sendiri.

 

 

Source image: ajeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *