Airin, Fokuslah Mencari Solusi Bukan Menyesali!

Nosel.id Jakarta- Setiap kota punya cerita, dan setiap orang membawa resonansi kotanya dalam langkah hidupnya.

Airi, seorang perempuan dengan semangat yang terpancar kuat, berasal dari Kota Malang yang sejuk dan penuh kenangan.

Namun, seperti Malang yang tak hanya tentang apel dan hawa dinginnya, perjalanan Airi juga diwarnai oleh dinamika kehidupan yang tidak selalu mulus.

Banyak banget  suka dukanya,” ungkapnya dengan jujur.

Pengakuan tulus ini adalah pintu masuk untuk memahami perjalanannya yang penuh liku, di mana rasa hampir menyerah pernah menjadi tamu yang tak diundang.

Dalam titik hampir menyerah itulah, justru lahir sebuah filosofi ketangguhan yang menjadi panduan hidupnya.

Airin punya mantra penyelamat, sebuah kata-kata motivasi yang dalam maknanya:

Jika nasi sudah menjadi bubur, maka buatlah bubur yang enak.”

Ini bukan sekadar pepatah, melainkan sebuah prinsip aktif yang menolak untuk berlarut dalam penyesalan.

Filosofi ini mengajarkan bahwa energi kita harus dialihkan dari meratapi kesalahan dan situasi yang sudah tidak bisa diubah, kepada upaya aktif untuk menciptakan solusi dan menemukan cara terbaik dari kondisi yang ada.

Bagi kebanyakan orang, kegagalan atau kesalahan seringkali menjadi akhir dari segalanya. Namun, bagi Airi, itulah justru titik awal untuk berkreasi.

“Fokuslah mencari solusi bukan menyesali apa yang sudah terjadi.”

Ini adalah mentalitas seorang problem-solver, seorang kreator yang tidak mudah terpuruk.

Daripada menghabiskan waktu menangisi ‘nasi’ yang sudah ‘menjadi bubur’, lebih baik ia fokus untuk menambahkan ‘ topping’ terbaik, rempah-rempah, dan rasa yang membuat ‘bubur’ tersebut menjadi hidangan yang bahkan lebih enak dari yang dibayangkan.

Perjalanannya yang penuh dengan ‘suka duka’ itulah yang membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan inspiratif.

Ia tidak menyembunyikan perjuangannya, justru menjadikannya sebagai sumber kekuatan dan koneksi dengan orang lain.

Melalui akun Instagramnya @airinrere, Airi membagikan cuplikan kehidupannya, bukan hanya yang indah-indah, tetapi juga pelajaran yang ia petik dari setiap tantangan.

Ia adalah bukti nyata bahwa kesuksesan bukan tentang tidak pernah jatuh, tetapi tentang bagaimana kita mengolah ‘bubur’ yang kita punya menjadi sesuatu yang bernilai.

Airin dari Malang mengajarkan kita seni beradaptasi dan berkreasi dalam ketidakpastian.

Pesannya sederhana namun mendalam: hidup ini penuh dengan kejutan dan kadang kita berbuat salah.

Yang membedakan adalah respon kita.

Apakah kita akan terfokus pada nasi yang sudah berantakan, atau kita akan mulai menyiapkan mangkuk dan menyajikan bubur terlezat yang bisa kita buat?

Airi memilih untuk yang terakhir, dan mengajak kita semua untuk melakukan hal yang sama.

 

 

Source image: airin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *