Nosel.id Jakarta- Palembang bukan sekadar kota tempat Afrah Ainunnifah dilahirkan dan dibesarkan.
Kota tertua di Indonesia itu menjadi titik awal tumbuhnya mimpi-mimpi besar yang perlahan ia rangkai dengan kesadaran, nilai, dan ketekunan.
Akrab disapa Afrah, ia tumbuh dalam keluarga sederhana sebagai anak pertama dari empat bersaudara.
Posisi yang sejak dini mengajarkannya arti tanggung jawab, kemandirian, dan ketangguhan, tanpa kehilangan kelembutan sebagai seorang perempuan.
Dari Palembang, Afrah belajar satu hal penting: perempuan boleh dan harus bermimpi tinggi, tanpa perlu melepaskan jati diri, budaya, dan nilai yang membesarkannya.
Semangat Wong Kito Galo yang menjunjung kebersamaan membentuk cara pandangnya dalam melihat dunia, bahwa keberhasilan sejati tidak pernah berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kolaborasi dan empati.
Sejak kecil, Afrah telah akrab dengan dunia olahraga. Lari, badminton, basket, hingga lempar lembing menjadi ruang pembentukan disiplin dan mental juangnya.
Ketertarikannya pada basket dan marching band kemudian menjadi pintu awal perjalanan karier yang lebih luas.
Sejak 2021 hingga kini, ia aktif sebagai pemain basket sekaligus atlet dan pegiat marching band di Sumatera Selatan, bahkan menembus kancah nasional.
Dunia ini mengajarkannya konsistensi, kerja tim, serta keberanian tampil di bawah tekanan.
Tahun 2023 menjadi titik balik perjalanan Afrah di dunia pemilihan dan pengabdian sosial.
Ia dipercaya mengikuti Pemilihan Duta Lalu Lintas Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan meraih Juara 3.

Pengalaman ini membuka cakrawala baru baginya, bahwa peran generasi muda tidak hanya soal prestasi, tetapi juga tentang edukasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Langkahnya kian mantap di tahun 2024 saat mengikuti Pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk OKI dan dinobatkan sebagai Winner Gadis Bende Seguguk OKI 2024.
Di tahun yang sama, Afrah mewakili Kabupaten OKI ke tingkat provinsi dalam ajang Putra Putri Sriwijaya 2024, hingga akhirnya terpilih sebagai Finalis Putri Sriwijaya 2024.
Puncaknya, di tahun 2026 ini, Afrah kembali melangkah lebih jauh sebagai Finalis Putri Indonesia Sumatera Selatan 2026, sebuah amanah besar sekaligus bukti konsistensinya dalam bertumbuh.
Bagi Afrah, suka duka adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan.
Ia menikmati kesempatan memperluas relasi, mengasah keterampilan, dan belajar hal-hal baru yang kelak menjadi bekal berharga.
Di sisi lain, lelah kerap datang saat jadwal padat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik di bangku universitas.
Namun baginya, lelah adalah sesuatu yang manusiawi selama dijalani dengan ikhlas dan rasa syukur.
Harapan Afrah sederhana namun bermakna luas: semoga karier, keluarga, dan orang-orang terdekatnya terus bertumbuh ke arah yang lebih baik, membawa citra positif, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyimpan doa besar untuk bangsanya, agar Indonesia kembali pulih, masyarakatnya sejahtera, dan generasi mudanya berani mengambil peran.

Afrah Ainunnifah percaya, perempuan yang berani bermimpi adalah perempuan yang sedang merangkai masa depan dengan penuh kesadaran.
Ia menenun harapan melalui ketekunan, nilai, dan doa yang setia.
Dengan kecerdasan yang berbalut empati, langkahnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menghadirkan terang bagi banyak jiwa, dan bagi Indonesia.
Source image: afrah








